Pertumbuhan Perekonomian Indonesia Diprediksi Sebesar 5 Persen Secara Tahunan di 2023

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 23 Maret 2023 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah. (Twitter.com/@@ptsb_tbk)

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah. (Twitter.com/@@ptsb_tbk)

EKONOMINEWS.COM – Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah memperkirakan perekonomian Indonesia masih akan tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan di 2023, di tengah ketidakpastian perekonomian global.

“Kalau kita bisa mempertahankan, dengan meredanya pandemi, mobilitas masyarakat dan permintaan domestik yang masih tinggi, perekonomian kita sangat mudah untuk tumbuh sekitar 5 persen secara tahunan,” katanya dalam OCBC NISP Business Forum di Jakarta, Selasa 21 Maret 2023.

Menurutnya, sejak 2022, beberapa negara di dunia sudah diperkirakan mengalami stagflasi, tetapi Indonesia justru bisa mencetak pertumbuhan sebesar 5,31 persen atau kembali ke kisaran 5 persen per tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini menjadi refleksi di 2023 bahwa kondisi buruk perekonomian global tidak perlu menjadi kekhawatiran di Indonesia,” katanya.

Konten artikel ini dikutip dari media online Bisnispost.com, salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Kenaikan harga komoditas global yang berdampak terhadap inflasi yang terlalu tinggi di sejumlah negara di dunia justru dapat menguntungkan Indonesia, sebagaimana tampak dari surplus neraca perdagangan yang dialami Indonesia sejak 2021.

Pada 2023, harga komoditas global diperkirakan akan melandai tapi masih berada di atas level pada 2019 karena konflik geopolitik yang masih berlangsung membuat rantai pasok global terganggu.

Karena itu, harga komoditas diperkirakan akan tetap tinggi yang berpengaruh terhadap ekspor.

Konsumsi domestik dan investasi menjadi dua sektor yang perlu dijaga untuk memastikan perekonomian nasional tumbuh hingga 5 persen di tahun 2023 ini.

“Kalau ekspor dan permintaan domestik baik, seiring dengan meredanya pandemi, PPKM dihentikan, mobilitas masyarakat tinggi, perekonomian dapat kembali ke level normal,” katanya.***

Berita Terkait

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional
Peresmian Kantor Baru DPD KAI Banten Warnai Hari Pahlawan di Tangerang Raya
Efek Purbaya Mengguncang Bursa Politik: Dari Meja Kemenkeu ke Bursa Capres 2029
TEI ke-40 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target, Capai USD 22,80 Miliar
83,5% Rakyat Puas, Dunia Usaha Optimis — Purbaya Yudha Sadewa Dianggap Simbol Efisiensi Kabinet Prabowo
LLV Gandeng IGPI, Perusahaan Jepang Kini Lebih Mudah Kuasai Pasar Indonesia
Pesan OJK di RUALB PROPAMI: Perkuat Kompetensi Profesi Pasar Modal
SOLD OUT Amadeus, Sinar Mas Land Luncurkan Hunian Premium Bernuansa Gunung di Bogor!

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 14:32 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional

Senin, 10 November 2025 - 23:22 WIB

Peresmian Kantor Baru DPD KAI Banten Warnai Hari Pahlawan di Tangerang Raya

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:17 WIB

Efek Purbaya Mengguncang Bursa Politik: Dari Meja Kemenkeu ke Bursa Capres 2029

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:28 WIB

TEI ke-40 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target, Capai USD 22,80 Miliar

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:01 WIB

83,5% Rakyat Puas, Dunia Usaha Optimis — Purbaya Yudha Sadewa Dianggap Simbol Efisiensi Kabinet Prabowo

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN: Setelah Tragedi, Hong Kong Siap Bangkit Kembali

Rabu, 10 Des 2025 - 01:57 WIB