BUSINESS TODAY – Rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) menarik perhatian. Meski dianggap bisa memperkuat independensi bursa, beberapa pengamat khawatir akan adanya intervensi pemerintah di pasar modal yang bisa memengaruhi dinamika pasar.
Yanuar Rizky, pengamat pasar modal, menyatakan bahwa meskipun Danantara jadi pemegang saham, pengawasan pasar tetap di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Tapi, kehadiran pemerintah bisa berdampak pada kebijakan bursa dan independensinya,” ujarnya.
Budi Frensidy, pengamat pasar modal lainnya, berpendapat bahwa kepemilikan Danantara lebih diterima daripada jika investor asing yang menguasai bursa. Namun, ia menekankan agar independensi bursa tetap dijaga agar tidak ada intervensi untuk kepentingan BUMN atau saham pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, melihat ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pasar modal. Namun, ia mengingatkan pentingnya regulasi yang jelas dan transparansi agar tidak terjadi konflik kepentingan yang dapat merugikan pasar.
Kebijakan ini menjadi ujian besar bagi OJK dan pemerintah untuk memastikan pasar modal tetap adil, transparan, dan menjaga kepercayaan investor.







