BUSINESS TODAY – Tekanan berat melanda pasar saham Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), IHSG ambles 2,08% ke level 7.935,26.
Tak hanya itu, sepanjang pekan lalu IHSG tercatat terkoreksi dalam hingga 4,73%. Indeks hanya mampu bergerak di zona hijau selama dua hari berturut-turut, yakni pada Selasa dan Rabu, sebelum kembali tertekan oleh aksi jual.
Namun menariknya, di tengah anjloknya IHSG, investor asing justru terekam melakukan aksi beli besar-besaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asing Catat Net Buy Jumbo Rp3,62 Triliun
Berdasarkan data perdagangan, asing membukukan pembelian bersih (net foreign buy) senilai Rp3,62 triliun di seluruh pasar selama sepekan terakhir. Rinciannya:
Rp3,81 triliun di pasar reguler
Rp194,71 miliar di pasar negosiasi dan tunai
Baca Juga:
CGTN AMERICA & CCTV UN: China in Springtime: China’s Development Opportunities for the World
Roborock Jadi Merek Robot Pembersih Pintar No. 1 di Dunia Menurut IDC
[MWC 2026] GSMA Luncurkan Spesifikasi Pengalaman Aplikasi “AI Calling Native”
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar: saham apa saja yang diam-diam dikoleksi asing saat IHSG ambruk?
10 Saham Paling Banyak Diborong Asing
Mengutip data Stockbit, berikut 10 saham dengan nilai net foreign buy terbesar selama sepekan terakhir:
1.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp547,2 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp526,4 miliar
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – Rp223,9 miliar
4. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) – Rp206,8 miliar
5. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp158,8 miliar
6. PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp122,7 miliar
7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – Rp110,2 miliar
8. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp104,6 miliar
9. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) – Rp103,2 miliar
10. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – Rp100,4 miliar
Sinyal Akumulasi Saat Pasar Terkoreksi?
Baca Juga:
Sebagai Pelopor Ponsel AI, nubia Mengubah Interaksi Manusia-Perangkat di MWC Barcelona 2026
Kiprah GBA Selama 10 Tahun Terakhir: Persatuan, Pertumbuhan, dan Peluang Tanpa Batas
Haier Biomedical Gelar European Partner Summit di Roma, Memperkuat Strategi “In Europe, for Europe”
Masuknya dana asing ke saham-saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBCA, dan ASII, hingga emiten tambang dan energi, mengindikasikan adanya strategi akumulasi di tengah koreksi pasar.
Kondisi ini kerap dimaknai pelaku pasar sebagai langkah buy on weakness, di mana investor global memanfaatkan pelemahan harga untuk masuk ke saham dengan fundamental yang dinilai menarik.
Meski demikian, investor ritel tetap perlu mencermati volatilitas pasar dan faktor global, serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.








