BUSINESS TODAY – Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatat reli tajam pada perdagangan Selasa, dipicu oleh optimisme dari pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dan India telah mencapai kesepakatan perdagangan dan akan segera mengurangi tarif atas barang masing-masing negara — sebuah langkah yang langsung disambut positif oleh pelaku pasar regional.
Sentimen positif ini mendorong indeks utama Asia menguat signifikan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 2,44%, sementara Topix tumbuh 1,94%, mencerminkan dorongan dari sentimen global yang lebih kuat.
Sorotan utama datang dari bursa Korea Selatan, di mana indeks KOSPI melonjak lebih dari 5%, memicu mekanisme trading halt/sidecar karena kontrak berjangka Kospi 200 menguat lebih dari 5% dalam waktu singkat. Mekanisme ini dirancang untuk menghentikan sementara perdagangan saat lonjakan harga ekstrem — suatu kejadian yang menunjukkan antusiasme investor terhadap pasar saham Korea.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks saham kecil Kosdaq juga menguat sekitar 2,32%, menambah gambaran positif di bursa Korea. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di atas penutupan terakhir, menunjukkan ekspektasi kenaikan lanjutan.
Tak hanya di Asia, respons pasar juga terlihat di Wall Street, di mana indeks saham utama seperti Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite ditutup lebih tinggi, membantu memperkuat sentimen global meski tetap ada kekhawatiran atas volatilitas komoditas tertentu.
Investor kini juga menyoroti pergerakan harga komoditas seperti emas dan perak setelah volatilitas tinggi pekan sebelumnya, sementara prospek kebijakan moneter di Australia memperkuat ekspektasi penguatan pasar regional.
Kesimpulan: Pasar saham Asia mencatat reli kuat setelah kabar kesepakatan perdagangan AS-India, dengan KOSPI melonjak tajam dan memicu trading halt, mengindikasikan optimisme baru di tengah dinamika global yang tetap kompleks.







