Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000

- Pewarta

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000,

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000,

BUSINESS TODAY – Harga Bitcoin kembali tertekan dan turun tajam ke bawah level psikologis US$ 70.000, memperpanjang tren pelemahan yang memicu kekhawatiran baru di pasar aset digital. Tekanan jual yang meningkat membuat Bitcoin merosot hingga menyentuh level US$ 62.303, posisi terendah sejak November 2024.

Pada perdagangan terakhir, Bitcoin tercatat berada di kisaran US$ 63.010. Secara tahunan, aset kripto terbesar di dunia ini telah melemah hampir 30%, menandakan perubahan sentimen investor yang semakin berhati-hati terhadap pasar kripto.

Analis Deutsche Bank, Marion Laboure, menilai penurunan yang terjadi bukan sekadar koreksi jangka pendek.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tekanan jual yang berkelanjutan menunjukkan berkurangnya minat investor serta meningkatnya sikap pesimistis terhadap aset kripto secara keseluruhan,” ujar Laboure dalam catatan analis yang dikutip CNBC, Jumat (6/2/2026).

Penurunan Bitcoin semakin dalam setelah harga sempat jatuh di bawah US$ 70.000 pada sesi perdagangan Kamis (5/2). Dalam sepekan, Bitcoin tercatat terkoreksi hingga 20%, memicu aksi jual lanjutan di berbagai platform perdagangan.

Kegelisahan investor turut dipengaruhi oleh gagalnya sejumlah klaim besar mengenai Bitcoin, mulai dari perannya sebagai lindung nilai inflasi hingga statusnya sebagai aset safe haven. Dalam praktiknya, pergerakan Bitcoin masih cenderung searah dengan aset berisiko lain seperti saham, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi global di Venezuela, Timur Tengah, dan Eropa.

Selain itu, adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran barang dan jasa dinilai masih terbatas. Hal ini memperkuat pandangan bahwa fungsi Bitcoin sebagai alternatif mata uang fiat belum sepenuhnya terwujud, meski sebelumnya sempat mencapai puncak harga di atas US$ 126.000 pada Oktober 2025.

Tekanan juga meluas ke aset kripto lainnya. Ether tercatat turun 23% sepanjang pekan ini, mendekati kinerja mingguan terburuk sejak November 2022. Sementara itu, Solana jatuh ke level US$ 88,42, terendah dalam dua tahun terakhir, dengan penurunan sekitar 24% dalam sepekan.

Kepala Penelitian CoinShares, James Butterfill, menegaskan bahwa level harga tertentu kini menjadi sorotan pelaku pasar.

“Level US$ 70.000 merupakan area kunci yang perlu dipertahankan. Jika gagal, maka pergerakan harga menuju kisaran US$ 60.000 hingga US$ 65.000 menjadi skenario yang cukup realistis,” jelasnya.

Dengan volatilitas yang masih tinggi dan sentimen global yang belum stabil, pelaku pasar kini menanti arah selanjutnya dari Bitcoin—apakah mampu bertahan dan pulih, atau justru melanjutkan tren penurunan dalam waktu dekat.

Berita Terkait

OJK Bongkar 32 Kasus Saham Gorengan. Modus Pump and Dump hingga Wash Sales Diselidiki
IHSG Ambruk Hampir 5%, Asing Diam-Diam Borong 10 Saham Ini – Ada Bank Jumbo & Emiten Tambang
Jampidmil Limpahkan Tersangka Kasus Pengadaan Satelit ke Tim Penuntut
Aturan Baru IPO Berlaku 2026, BEI Perketat Syarat Emiten: Free Float Naik, Pemegang Saham Wajib Ribuan
Prediksi IHSG Hari Ini 4 Februari 2026 Sideways di Area 7.900–8.300, Ini Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas
Harga Emas Hari Ini di Semarang Kembali Turun, Antam Pegadaian Kehilangan Rp 201 Ribu
Rapat OJK–BEI–MSCI Hasilkan Aturan Baru
Pasar Saham Asia Pesta Pora: KOSPI Terbang 5% & Trigger Trading Halt!

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:12 WIB

OJK Bongkar 32 Kasus Saham Gorengan. Modus Pump and Dump hingga Wash Sales Diselidiki

Senin, 9 Februari 2026 - 09:03 WIB

IHSG Ambruk Hampir 5%, Asing Diam-Diam Borong 10 Saham Ini – Ada Bank Jumbo & Emiten Tambang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:10 WIB

Jampidmil Limpahkan Tersangka Kasus Pengadaan Satelit ke Tim Penuntut

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:53 WIB

Aturan Baru IPO Berlaku 2026, BEI Perketat Syarat Emiten: Free Float Naik, Pemegang Saham Wajib Ribuan

Berita Terbaru