Pasar Baja Nasional Lesu Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik di Cilegon

- Pewarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Baja Nasional Lesu Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik di Cilegon

Pasar Baja Nasional Lesu Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik di Cilegon

BUSINESS TODAY – Tekanan berkepanjangan di industri baja nasional akhirnya memakan korban. Produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., resmi memutuskan hengkang dari Indonesia dengan menghentikan seluruh operasional anak usaha konsolidasinya, PT Krakatau Osaka Steel (KOS), yang berlokasi di Cilegon, Banten.

Keputusan strategis ini diambil menyusul kerugian finansial yang terus berulang serta melemahnya permintaan baja domestik. Kondisi tersebut diperparah oleh pemangkasan anggaran infrastruktur pemerintah yang berdampak langsung pada penurunan serapan baja di dalam negeri.

Mengutip laporan Petromindo pada 28 Januari 2026, penutupan pabrik Krakatau Osaka Steel telah mendapat persetujuan rapat dewan direksi Osaka Steel yang digelar pada 23 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan jadwal likuidasi yang ditetapkan, KOS akan menghentikan aktivitas produksi pada 30 April 2026. Selanjutnya, seluruh operasional perusahaan akan dibekukan secara permanen mulai 30 Juni 2026.

PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan Osaka Steel Co., Ltd. Dalam struktur kepemilikan saham, Osaka Steel memegang porsi mayoritas sebesar 86 persen, sementara Krakatau Steel menguasai 14 persen saham.

Manajemen Osaka Steel mengungkapkan bahwa meskipun KOS sempat mencatatkan kinerja positif dan meraih keuntungan pada 2021, kondisi keuangan perusahaan kembali tertekan sejak tahun fiskal 2022. Perusahaan membukukan kerugian bersih secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Tekanan terhadap kinerja keuangan semakin terasa pada awal 2025, seiring memburuknya arus kas bebas struktural (structural free cash flow) akibat pengurangan signifikan belanja proyek infrastruktur pemerintah. Situasi tersebut membuat prospek bisnis KOS kian terbatas.

Berbagai upaya untuk menyelamatkan bisnis, termasuk penjajakan penjualan kepada investor lain, tidak membuahkan hasil. Dengan minimnya minat dari calon pembeli, opsi penutupan pabrik dinilai menjadi langkah paling realistis bagi manajemen.

Sebagai informasi, KOS memiliki modal disetor sebesar US$100 juta dan fokus memproduksi baja profil serta reinforcing bars yang selama ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan proyek konstruksi dalam negeri. Penutupan pabrik ini sekaligus menambah daftar panjang tantangan yang tengah dihadapi industri baja nasional.

Berita Terkait

Newlab+ Raih Rekor MURI dan Luncurkan Brightlogy: Revolusi Skincare Aman Berbasis Sains Tanpa Klaim Berlebihan
Resmi Dimulai! Surabaya Bakal Punya KRL, Jalur Gubeng–Sidoarjo Jadi Andalan Atasi Macet
5 Rekomendasi Merk Thinwall Terbaik di Indonesia: Review Jujur untuk UMKM
Standar Jamuan Korporat, Pentingnya Kemasan Rapi dan Higienis untuk Konsumsi Rapat Kantor
Wells Fargo Naikkan Target Emas hingga 2026. Bisa Tembus US$6.300 per Ons
Top Sepekan: Aksi Tommy Soeharto, Saham Gorengan, hingga Ancaman Tegas Purbaya
Aturan Baru IPO Berlaku 2026, BEI Perketat Syarat Emiten: Free Float Naik, Pemegang Saham Wajib Ribuan
IHSG Mulai Bangkit. Ini Rekomendasi 4 Saham Pilihan dengan Potensi Cuan Hari Ini

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:55 WIB

Newlab+ Raih Rekor MURI dan Luncurkan Brightlogy: Revolusi Skincare Aman Berbasis Sains Tanpa Klaim Berlebihan

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:54 WIB

Resmi Dimulai! Surabaya Bakal Punya KRL, Jalur Gubeng–Sidoarjo Jadi Andalan Atasi Macet

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:13 WIB

5 Rekomendasi Merk Thinwall Terbaik di Indonesia: Review Jujur untuk UMKM

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:59 WIB

Standar Jamuan Korporat, Pentingnya Kemasan Rapi dan Higienis untuk Konsumsi Rapat Kantor

Senin, 9 Februari 2026 - 16:25 WIB

Wells Fargo Naikkan Target Emas hingga 2026. Bisa Tembus US$6.300 per Ons

Berita Terbaru

Pers Rilis

Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik

Jumat, 6 Mar 2026 - 02:00 WIB