Businesstoday-Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menorehkan sinyal positif di mata publik dan dunia usaha.
Hasil survei terbaru Index Politica menunjukkan 83,5 persen masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka ini disebut sebagai capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir untuk tahun pertama pemerintahan baru.
Kepuasan Publik dan Stabilitas Ekonomi
Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter, menjelaskan bahwa kepuasan tinggi ini mencerminkan rasa percaya publik terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi nasional.
“Masyarakat melihat keputusan-keputusan Presiden Prabowo lebih cepat, terukur, dan berdampak nyata. Program strategis nasional mulai menunjukkan hasil, terutama di sektor pangan, energi, dan infrastruktur,” ujar Denny di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Denny, faktor penting yang berkontribusi terhadap tingginya kepuasan publik adalah tiga kali reshuffle kabinet yang dilakukan sepanjang tahun pertama pemerintahan.
Publik menilai langkah tersebut sebagai bentuk penyegaran yang efektif dan menunjukkan keseriusan Presiden dalam mencari komposisi terbaik untuk mempercepat realisasi program prioritas.
Purbaya Yudha Sadewa: Simbol Kinerja Efektif
Survei yang dilakukan terhadap 1.610 responden di seluruh Indonesia juga menempatkan Purbaya Yudha Sadewa sebagai menteri dengan kinerja terbaik, dengan tingkat kepuasan publik 90,23 persen.
Nama Purbaya dinilai publik sebagai representasi efisiensi dan profesionalisme kabinet.
Di mata pelaku usaha, Purbaya dianggap teknokrat yang mampu menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan keberpihakan pada sektor riil.
Kebijakan sinkronisasi data dan efisiensi koordinasi antarinstansi yang ia dorong disebut sebagai salah satu faktor meningkatnya kepercayaan investor domestik.
Baca Juga:
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel
“Purbaya berhasil memotong rantai birokrasi dalam pengambilan keputusan strategis, terutama di bidang investasi publik dan proyek infrastruktur. Itu membuat mesin ekonomi pemerintah bekerja lebih cepat,” ujar analis kebijakan publik, Fadhly, yang juga Direktur Riset Index Politica.
Reshuffle yang Berdampak Positif
Index Politica mencatat, reshuffle kabinet yang dilakukan tiga kali selama setahun terakhir menimbulkan persepsi publik bahwa pemerintah berani mengevaluasi kinerja menterinya secara objektif.
Menteri-menteri baru yang masuk kabinet dinilai lebih komunikatif, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi hasil (result-oriented).
Hal ini juga dirasakan oleh kalangan bisnis.
Sejumlah asosiasi usaha menilai reformasi birokrasi di tingkat kementerian mulai terasa dalam bentuk percepatan izin investasi, efisiensi proyek strategis, dan kemudahan akses pembiayaan.
Khususnya di sektor industri, energi, dan pangan, beberapa kebijakan baru dinilai lebih pro-produksi dibanding konsumsi, sebuah arah yang dinantikan investor sejak lama.
Kepercayaan Publik Jadi Modal Politik
Sebanyak 87,5 persen responden mengaku mengetahui aktivitas para menteri dan 85,5 persen di antaranya bersedia berpartisipasi dalam survei lanjutan.
Menurut Denny Charter, ini menandakan tingginya partisipasi publik dan kepercayaan terhadap pemerintahan.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
“Ke depan, tantangan utama kabinet bukan hanya menjaga kepuasan publik, tetapi memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi. Tahun kedua akan menjadi ujian efektivitas koordinasi lintas kementerian,” ujarnya.
Stabilitas Politik dan Optimisme Dunia Usaha
Di sisi lain, pelaku pasar dan dunia usaha juga menunjukkan respons positif.
Beberapa indikator ekonomi makro, seperti stabilitas nilai tukar rupiah, penurunan inflasi, dan peningkatan belanja modal pemerintah, menjadi bukti bahwa stabilitas politik berperan langsung dalam menciptakan kepastian usaha.
Kepala Riset Ekonomi Business Today Insight, Yudi Adiyatna, menilai hasil survei Index Politica memberi sinyal kuat bagi pelaku pasar bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki legitimasi publik yang kokoh.
“Kinerja ekonomi yang solid selalu berbanding lurus dengan kepercayaan publik. Ketika pemerintah kuat secara politik, dunia usaha merasa aman untuk ekspansi,” ujarnya.
Tentang Survei
Survei dilakukan oleh Index Politica pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.610 responden di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling.
Wawancara dilakukan via telepon, dengan margin of error ±1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebaran responden mencakup seluruh 34 provinsi dengan proporsi gender seimbang (50% laki-laki dan 50% perempuan) serta representasi sosial yang mengikuti komposisi penduduk nasional versi BPS.
Baca Juga:
Memanfaatkan Kekuatan Olahraga: Orange Lion Sports Pimpin Tren “Racecation” yang Kian Berkembang
Laporan Khusus China Matters: Dampak Rumah Kaca Pintar bagi Pembangunan Xinjiang








