Prabowo Bertemu Para Ketum Partai Koalisi dan Menteri Erick Thohir, Ini yang Dibahas Menurut Anis Matta

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Juni 2024 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto dan para Ketum Partai Koalisi bersama Menteri Erick Thohir.(Instagram.com @anismatta_)

Prabowo Subianto dan para Ketum Partai Koalisi bersama Menteri Erick Thohir.(Instagram.com @anismatta_)

BUSINESSTODAY.ID – Presiden terpilih pada Pilpres 2024 Prabowo Subianto bertemu dengan para ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada hari Kamis (20/6/2024).

Ketua umum partai yang hadir dalam rapat tersebut, yakni Anis Mata, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya dihadiri oleh para ketua umum parpol KIM, pertemuan itu juga dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta menjelaskan pertemuan tersebut di Jakarta, Sabtu (22/6/2024).

“Pertemuan menyimak visi kepemimpinan dan manajemen strategik pertahanan dari Pak Prabowo,” kata Anis Matta dalam keterangan persnya, dikutip Hello.id

Mengenai kehadiran Erick Thohir, Anies Matta menyebut BUMN membawahi banyak industri strategis pertahanan.

Juga hadir dari perwakilan Kementerian Pertahanan, dan Universitas Pertahanan.

Dikatakan Anis bahwa topik itu menjadi menu utama yang dibahas lantaran saat ini Indonesia sedang hadapi tingginya tensi konflik dunia dan ketidakpastian situasi geopolitik global.

Hal tersebut, lanjut Anis, menuntut Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang kuat dalam menjaga kedaulatan agar tidak terdampak konflik di luar.

Anis pun menilai Prabowo memiliki visi dan misi yang tepat untuk membawa Indonesia menjadi negara yang kuat di bidang pertahanan.

“Kita membutuhkan pemimpin yang bisa memberi arah dan peta jalan yang jelas agar Indonesia bisa menjadi superpower baru dunia,” kata Anis.

Oleh karena itu, pertemuan antarketua partai KIM itu pun dinilai Anis sangat perlu untuk menyamakan konsep.

Untuk penguatan pemerintah antara Prabowo dan partai-partai yang kelak mendukung pemerintahannya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Infoemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Jatimraya.com dan Hallokaltim.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Kuatkan Nilai Integritas dalam Sistem Organisasi Pertahanan
OJK Bongkar 32 Kasus Saham Gorengan. Modus Pump and Dump hingga Wash Sales Diselidiki
Jampidmil Limpahkan Tersangka Kasus Pengadaan Satelit ke Tim Penuntut
Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000
Aturan Baru IPO Berlaku 2026, BEI Perketat Syarat Emiten: Free Float Naik, Pemegang Saham Wajib Ribuan
BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Siap Digunakan untuk 2026
83,5% Rakyat Puas, Dunia Usaha Optimis — Purbaya Yudha Sadewa Dianggap Simbol Efisiensi Kabinet Prabowo
Strategi Ekonomi Nasional Prabowo: Swasta Kuat, BUMN Bersih, Koperasi Naik

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:42 WIB

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Kuatkan Nilai Integritas dalam Sistem Organisasi Pertahanan

Senin, 9 Februari 2026 - 19:12 WIB

OJK Bongkar 32 Kasus Saham Gorengan. Modus Pump and Dump hingga Wash Sales Diselidiki

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:10 WIB

Jampidmil Limpahkan Tersangka Kasus Pengadaan Satelit ke Tim Penuntut

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:53 WIB

Aturan Baru IPO Berlaku 2026, BEI Perketat Syarat Emiten: Free Float Naik, Pemegang Saham Wajib Ribuan

Berita Terbaru