Sebanyak 21 BUMN Bestatus Titip Kelola di PT PPA, Inilah 4 BUMN yang Memiliki Peluang Bangkit Kembali

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi. (Dok. Danareksa.co.id)

Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi. (Dok. Danareksa.co.id)

BUSINESSTODAY.ID – PT Danareksa (Persero) mengungkapkan dari 21 BUMN dan satu anak usaha BUMN berstatus titip kelola yang sedang ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Hanya 4 perusahaan yang memiliki peluang kembali bangkit dan 6 perusahaan yang kemungkinan berpeluang untuk dihentikan.

Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (24/6/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari 21 BUMN plus satu yang disampaikan kepada kita, yang sekarang ada istilahnya ada peluang cuma empat perusahaan,” ujar Yadi Jaya Ruchandi

Adapun keempat perusahaan yang memiliki peluang untuk kembali bangkit tersebut yakni:

1. Persero Batam
2. PT Boma Bisma Indra (Persero) atau BBI.

3. PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB
4. PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI.

“BBI sebagai BUMN manufaktur itu pun karena adanya peluang dari larangan dan pembatasan (lartas) impor dari Kementerian Perindustrian.”

“Ÿang membuat industri manufaktur dalam negeri bisa mendapatkan demand-nya kembali.”

“Karena selama ini kita kalah bersaing dari negara-negara sekitar di mana orang semuanya impor dan tidak membuatnya di dalam negeri,” kata Yadi Jaya Ruchandi.

Galangan Kapal Secara Demand Sangat Bagus

Sedangkan untuk galangan kapal yakni Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan IKI secara demand sangat bagus, karena memang Indonesia adalah negara maritim.

“Ke depannya peluang mereka untuk bangkit kembali sangat tinggi.”

“Makanya ini istilahnya mempunyai peluang untuk kita melakukan scaling up.”

“Karena memang dari BUMN-BUMN sekitarnya seperti Pelni, ASDP, bahkan Pertamina.”

“Itu semua memerlukan servis yang diadakan oleh Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan IKI.”

“Sebagai gambaran, sekarang galangan kapal untuk melakukan operasi hampir setiap pekan penuh terus kapasitasnya.”

“Jadi sebetulnya kita punya kesempatan untuk menambah lagi fasilitas produksi untuk mereka,” katanya.

6 Perusahaan BUMN yang Kemungkinan Dihentikan

Dalam kesempatan sama, dirinya menyampaikan terkait adanya 6 perusahaan BUMN yang kemungkinan berpeluang untuk dihentikan.

“Yang potensi operasi minimum itu sebetulnya more than likely itu akan kita setop.”

“Apakah nanti melalui likuidasi atau lewat pembubaran BUMN. Sebetulnya ujungnya ke sana,” ujarnya.

Adapun keenam perusahaan yang masuk dalam kategori potensi operasi minimum antara lain:

1. PT Indah Karya (Persero)
2. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
3. PT Amarta Karya (Persero)

4. PT Barata Indonesia (Persero)
5. PT. Varuna Tirta Prakasya (Persero).
6. PT Semen Kupang.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Minergi.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Adilmakmur.co.id dan Aktuil.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Sinar Mas Land Buka Jalan Investasi Ekonomi Kreatif Lewat KEK ETKI Banten
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan IPBA 2026, Perkuat Strategi Pengembangan Kota Berkelanjutan
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Living Lab Ventures Gandeng Nihon M&A Center Perkuat Gerbang Investasi Indonesia-Jepang
Mengelola Gedung agar Berfungsi dengan Baik
Perusahaan Sering Gonta-ganti Software ERP tapi Efisiensi Tidak Naik, Ini Sebabnya
Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40 WIB

Sinar Mas Land Buka Jalan Investasi Ekonomi Kreatif Lewat KEK ETKI Banten

Selasa, 15 September 2026 - 07:40 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Senin, 14 September 2026 - 21:39 WIB

Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan IPBA 2026, Perkuat Strategi Pengembangan Kota Berkelanjutan

Kamis, 3 September 2026 - 07:38 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Living Lab Ventures Gandeng Nihon M&A Center Perkuat Gerbang Investasi Indonesia-Jepang

Berita Terbaru