BUSINESS TODAY – Kabar gembira bagi warga Jawa Timur. Proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) resmi memasuki tahap awal setelah Kickoff Meeting Railway Design Consultant (RDC) SRRL Phase I digelar pada Jumat (13/2/2026). Proyek ini menjadi langkah konkret menghadirkan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo.
Pertemuan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama Bank Pembangunan Jerman (KfW), Chodai Co. Ltd sebagai konsultan desain, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Pelaksana Tugas Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA, Catur Wibisono, menegaskan bahwa proyek SRRL bukan pekerjaan sederhana. Banyak aspek teknis yang harus dirancang secara detail agar pembangunan tidak mengganggu operasional kereta eksisting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam,” ujar Catur dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi kunci keberhasilan proyek yang ditargetkan mulai konstruksi pada 2027.
“Kami telah bekerja sama dengan KfW sebelumnya pada lintas operasi KRL Solo–Yogya. Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita,” tambahnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, juga menegaskan bahwa proyek ini sudah bukan sekadar wacana. Seluruh aspek teknis, mulai dari sistem kelistrikan hingga desain lintasan di jembatan, tengah disiapkan secara matang sebelum masuk tahap tender konstruksi.
Baca Juga:
Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik
China Cycle 2026: Membangun Platform Global guna Mendorong Kerja Sama dan Inovasi Industri Sepeda
CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global
“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” tegas Emil.
Ia juga mengungkapkan bahwa pendanaan sebesar 230 juta Euro telah tersedia untuk mendukung realisasi SRRL. Namun, proyek ini memerlukan perhatian ekstra karena akan berjalan beriringan dengan pembangunan Jalur Ganda Sepanjang–Wonokromo oleh DJKA.
SRRL Fase I-A direncanakan menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Sidoarjo dengan jalur KRL. Selain itu, Depo Sidotopo akan dipersiapkan sebagai depo KRL guna mendukung operasional.
Kehadiran KRL Surabaya–Sidoarjo ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari, sekaligus meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Surabaya Raya.








