Businesstoday | Bagi pemilik bisnis F&B di Indonesia, sertifikasi halal merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Sertifikasi halal memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang mereka konsumsi telah melalui proses produksi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, apakah itu saja? Simak peran penting lainnya di bawah ini.
Sertifikasi Halal sebagai Kewajiban Hukum, Bukan Sekadar Imbauan
Penting dipahami bahwa sertifikasi halal bukan lagi anjuran yang sifatnya pilihan. Ketentuan ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang kemudian diperkuat lewat Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Lewat kedua regulasi ini, setiap pihak yang bergerak di bidang produksi, pengolahan, maupun penjualan makanan dan minuman diwajibkan secara hukum untuk mengantongi sertifikat halal atas produknya.
Pemerintah pun telah menetapkan batas waktu yang jelas bahwa BPJPH menargetkan agar seluruh produk makanan dan minuman milik pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia sudah tersertifikasi halal selambat-lambatnya 18 Oktober 2026. Artinya, tenggat ini berlaku merata, tanpa memandang skala usaha, baik gerai besar maupun warung kecil di pinggir jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kewajiban ini sejatinya lahir dari niat melindungi hak konsumen Muslim agar bisa mengonsumsi produk yang sesuai dengan keyakinannya. Bagi pelaku usaha, mematuhi ketentuan ini berarti terhindar dari risiko sanksi hukum maupun pelarangan peredaran produk di pasaran.
Mengapa Sertifikat Halal Penting bagi Bisnis F&B?
Terdapat sejumlah alasan mengapa sertifikasi halal sangat penting bagi bisnis F&B. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Membangun kepercayaan Konsumen
Logo halal bertindak sebagai bukti autentik bahwa seluruh rangkaian produksi, mulai dari pemilihan bahan mentah, metode pengolahan, hingga alur distribusi telah lolos uji standar hukum Islam. Kepastian mengenai kehalalan kandungan dan proses pembuatan ini membuat konsumen Muslim merasa aman, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk menjadi pelanggan setia.
Baca Juga:
DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN
Inverter Smart String 506 kW Huawei Raih Smarter E AWARD di Ajang Intersolar Europe 2026
Keberadaan label ini tidak hanya memikat konsumen Muslim, tetapi juga menjadi tolak ukur bagi masyarakat non-Muslim yang mengidentikkan status halal dengan tingkat kebersihan dan mutu yang tinggi. Dengan demikian, sertifikasi halal mampu memperluas basis pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan dari berbagai kalangan.
2. Membuka Akses Pasar yang Lebih Luas
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sertifikat halal kini menjadi semacam “tiket masuk” untuk bisa merambah pasar yang lebih besar. Sejumlah platform e-commerce, jaringan supermarket, sampai mitra distribusi ke luar negeri menjadikan kepemilikan sertifikat ini sebagai prasyarat sebelum mau bekerja sama.
Konsekuensinya, pelaku UMKM yang belum memilikinya akan kesulitan menembus jalur distribusi yang lebih luas, termasuk kehilangan kesempatan untuk merambah pasar ekspor ke negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Hal ini berarti bahwa tanpa sertifikasi halal, pertumbuhan bisnis akan terhambat dan potensi keuntungan yang bisa diraih menjadi terbatas.
3. Menjadi Strategi Branding dan Diferensiasi
Keberadaan logo halal pada kemasan juga bisa difungsikan sebagai senjata pemasaran tanpa perlu mengeluarkan biaya promosi tambahan yang besar. Produk yang mencantumkan logo ini umumnya lebih cepat mendapat kepercayaan calon pembeli, yang pada akhirnya berimbas pada naiknya tingkat konversi penjualan. Di tengah ketatnya persaingan industri F&B, sertifikat halal pun berperan sebagai pembeda yang turut memperkuat citra dan reputasi sebuah usaha.
4. Mendorong Perbaikan Standar Kebersihan dan Kualitas Internal
Untuk bisa lolos sertifikasi, pelaku usaha mau tidak mau harus membenahi banyak aspek internal, mulai dari kualitas bahan baku, kondisi peralatan produksi, cara penyimpanan, hingga teknik pengemasan, semuanya dituntut memenuhi standar yang ketat. Tanpa disadari, proses pembenahan ini ikut mendongkrak kualitas manajemen usaha secara keseluruhan, baik dari segi kebersihan, keamanan pangan, maupun konsistensi hasil produksi. Pada akhirnya, sertifikasi halal bukan cuma soal status kehalalan, tapi juga jadi pemicu lahirnya operasional bisnis yang jauh lebih rapi dan profesional.
Baca Selengkapnya : Cara Daftar Sertifikat Halal Gratis
Tantangan yang Masih Dihadapi Pelaku UMKM F&B
Meski manfaatnya sudah jelas, kenyataannya tidak sedikit pelaku UMKM yang masih enggan segera mengurus sertifikasi halal. Ada beberapa alasan klasik yang sering muncul, seperti ketidaktahuan soal bagaimana prosedurnya berjalan, persepsi bahwa biayanya akan menguras kantong, hingga rasa khawatir berhadapan dengan proses administratif yang dibayangkan berbelit-belit.
Padahal, kekhawatiran tersebut sebenarnya sudah diantisipasi pemerintah. Lewat program SEHATI, pelaku usaha bisa mengajukan sertifikasi halal tanpa biaya sepeser pun melalui skema pernyataan mandiri (self declare), dengan didampingi langsung oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang telah terverifikasi BPJPH.
Selain itu, pelaku UMKM juga bisa mencari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dengan budget yang cocok untuk mendapatkan pemeriksaan atau pengujian kehalalan produk kamu. Hal ini menjadikan proses sertifikasi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Demikian penjelasan mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi bisnis F&B. Dengan memahami urgensi dan manfaatnya, pelaku usaha diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk memenuhi kewajiban ini sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Baca Juga:
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya
ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek
Dengan begitu, bisnis Anda dapat mematuhi regulasi yang berlaku sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing pasar. Jangan ragu untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah agar proses sertifikasi berjalan lancar dan efisien. Hal ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pertumbuhan dan keberlanjutan.










