Merek FMCG di Indonesia Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat karena Pemenang Pasar Berfokus Menarik Lebih Banyak Pembeli

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

10 Merek FMCG Paling Banyak Dipilih Tahun Ini. (Dok. Istimewa)

10 Merek FMCG Paling Banyak Dipilih Tahun Ini. (Dok. Istimewa)

PASAR FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) Indonesia menjadi semakin kompetitif, dengan semakin sedikit merek yang berhasil tumbuh meskipun kebiasaan belanja masyarakat secara umum tetap stabil, menurut laporan terbaru Brand Footprint 2026 dari Worldpanel by Numerator.

Laporan tahunan ini memeringkat merek FMCG yang paling banyak dipilih di Indonesia menggunakan Consumer Reach Points (CRPs), sebuah metrik yang mengukur seberapa sering konsumen memilih suatu merek.

Metrik ini mengacu pada jumlah pembeli yang telah membeli dan berinteraksi dengan sebuah merek, sehingga menunjukkan preferensi konsumen yang jelas dan kuat serta kekuatan merek tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daftar 10 Merek FMCG Paling Banyak Dipilih Tahun Ini dipimpin oleh Indomie, diikuti oleh So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, NABATI, Masako, dan Frisian Flag.

Daftar teratas ini tidak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan Indofood dan Royco saling bertukar posisi, serta Frisian Flag kembali masuk ke dalam 10 besar menggantikan Daia yang berada dalam daftar tahun lalu.

Meskipun rumah tangga Indonesia masih membeli sekitar 95 merek kebutuhan sehari-hari setiap tahun dan melakukan rata-rata 293 perjalanan belanja, tingkat persaingan semakin meningkat. Venu Madhav, Managing Director Worldpanel Indonesia, menjelaskan:

“Jumlah merek yang dimasukkan ke dalam laporan meningkat dari 436 menjadi 451, yang berarti merek kini bersaing lebih ketat dari sebelumnya untuk mendapatkan perhatian pembeli.”

“Akibatnya, hanya 44% merek yang mencatat pertumbuhan pada tahun 2025, dibandingkan 62% pada tahun sebelumnya. Konsumen masih berbelanja secara rutin, tetapi merek tidak lagi dapat mengandalkan pertumbuhan pasar semata. Memenangkan pembeli baru menjadi lebih penting daripada sebelumnya.”

Merekrut Pembeli Baru Tetap Menjadi faktor utama

Laporan ini menunjukkan bahwa menjangkau lebih banyak rumah tangga tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sekitar 80% merek yang bertumbuh berhasil meningkatkan penetrasi rumah tangga, baik secara mandiri maupun disertai peningkatan frekuensi pembelian, yang menunjukkan bahwa menarik pembeli baru tetap menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang.

Bagi merek-merek besar, mendorong konsumen untuk membeli lebih sering menjadi semakin penting setelah mereka mencapai skala tertentu.

Namun, pertumbuhan yang berkelanjutan tetap bergantung pada kemampuan merek untuk menarik konsumen baru.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa merek-merek kecil terus memperoleh momentum. Saat ini, merek kecil mewakili 41% dari seluruh merek yang dilacak, meningkat dari 39% tahun lalu, dan

lebih dari setengahnya mencatat pertumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen tetap terbuka untuk mencoba merek yang menawarkan inovasi, nilai yang baik, dan produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari mereka.

Merek-Merek yang memiliki pertumbuhan berkelanjutan

Sejumlah merek Indonesia menunjukkan bagaimana pertumbuhan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui kombinasi inovasi, distribusi yang kuat, dan relevansi bagi konsumen.

Desaku melanjutkan tren pertumbuhannya selama tiga tahun berturut-turut dengan mempermudah aktivitas memasak sehari-hari bagi rumah tangga Indonesia.

Ragam produk rempah, bumbu, dan penyedap makanannya yang luas, dipadukan dengan kemasan sachet yang terjangkau serta kehadiran yang kuat di kanal ritel tradisional, membantu merek ini menarik lebih dari enam juta pembeli baru, sekaligus meningkatkan loyalitas pembeli yang sudah ada.

Baby Happy terus memperkuat posisinya dengan memperluas portofolionya melalui kemasan sachet serta mempromosikannya dengan program buy more save more (beli lebih banyak, hemat lebih banyak).

Dengan menggabungkan inovasi, harga yang terjangkau, dan distribusi yang lebih luas di toko tradisional, toko online, serta toko spesialis, merek ini berhasil menarik 1,7 juta pembeli baru selama satu tahun terakhir.

Corina Fajriyani, Marketing Lead Worldpanel Indonesia, menyimpulkan: “Brand Footprint terus menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan berasal dari pemahaman yang mendalam terhadap pembeli dan kemampuan untuk tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka.”

“Merek-merek yang berkinerja terbaik adalah mereka yang terus menarik pembeli baru sekaligus memberikan lebih banyak alasan bagi konsumen untuk memilih mereka.”

Berita Terkait

Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?
7 Tips Mencapai Financial Freedom Secara Realistis
Mengapa Pengelola Gedung Perkantoran Perlu Pengendali Rayap
Levner Consulting Dampingi Perusahaan Indonesia Perkuat Tata Kelola melalui Standar ISO
Apa Itu Remittance dan Keuntungannya? Simak Cara Kerja hingga Manfaatnya
Investasi Emas Makin Diminati, Begini Cara Menjual Emas Tanpa Surat
3 Agency Digital Marketing Indonesia dengan Hasil Terverifikasi, Bukan Sekadar Klaim
Mitos vs Fakta: Apa yang Benar-benar Perlu Anda Ketahui Sebelum Memilih Agency Digital di Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:32 WIB

Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:15 WIB

7 Tips Mencapai Financial Freedom Secara Realistis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:35 WIB

Mengapa Pengelola Gedung Perkantoran Perlu Pengendali Rayap

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:01 WIB

Merek FMCG di Indonesia Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat karena Pemenang Pasar Berfokus Menarik Lebih Banyak Pembeli

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:17 WIB

Levner Consulting Dampingi Perusahaan Indonesia Perkuat Tata Kelola melalui Standar ISO

Berita Terbaru

Pers Rilis

UNISOC Lyric Audio: Mengubah Pengalaman Mendengarkan Audio

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:58 WIB