Businesstoday.com | Di tengah hingar-bingar perkembangan teknologi dan gaya hidup digital, ada satu sektor yang sering luput dari perhatian: parkir. Namun, bagi Yoel Liem Yusnarto, parkir bukan sekadar urusan kendaraan berhenti, melainkan gerbang menuju kemandirian daerah.
Lahir di Karimun, Kepulauan Riau, Yoel tumbuh dalam keluarga sederhana. Tak banyak yang menyangka, anak muda ini kelak menjadi penggerak salah satu perusahaan pengelola parkir modern di Indonesia: PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking Group). Dengan karakter rendah hati (humble), Yoel memilih membangun ekosistem daripada tampil sebagai pengusaha glamor.
Awal Perjalanan: Belajar dari Nol
Kisah Yoel bermula dari pengamatan sederhana. Ia melihat bagaimana parkir sering dikelola secara manual, penuh kebocoran, dan jarang memberi manfaat optimal bagi daerah. PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang seharusnya bisa menjadi sumber pembangunan malah hilang di jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dulu sering lihat juru parkir hanya menulis di kertas atau memungut uang tanpa bukti. Di situlah saya berpikir, kenapa tidak dibuat sistem yang transparan, mudah, dan bisa diaudit?” kenangnya.
Dengan modal terbatas, Yoel mulai merintis usaha penyediaan palang parkir otomatis. Awalnya, banyak yang meragukan karena teknologinya dianggap mahal dan sulit diterapkan. Namun dengan kegigihan, Yoel berhasil membuktikan bahwa digitalisasi parkir justru bisa meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Membangun MSM Parking Group
Dari ide kecil itu, lahirlah MSM Parking Group. Perusahaan ini kini menyediakan hardware lengkap seperti barrier gate otomatis, mesin tiket elektronik, kamera ANPR, hingga sensor parkir. Tak berhenti di situ, MSM juga mengembangkan software manajemen parkir terintegrasi yang memungkinkan transaksi terekam real-time, terkoneksi dengan QRIS, e-wallet, bahkan dashboard berbasis cloud.
Baca Juga:
Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik
China Cycle 2026: Membangun Platform Global guna Mendorong Kerja Sama dan Inovasi Industri Sepeda
CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global
Model bisnis MSM tak hanya fokus pada menjual perangkat, melainkan juga pada skema kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemilik lahan privat. Dengan sistem ini, PAD daerah bisa meningkat 70–100% dibandingkan sebelumnya.
Yoel menyebut model ini sebagai “parkir untuk kemandirian daerah”.
“Parkir seharusnya bukan beban. Parkir bisa jadi instrumen membangun kota, mendukung transportasi, bahkan menopang pembangunan jalan dan fasilitas publik,” ujarnya.
Gaya Kepemimpinan Humble
Meski membawa perusahaan ke panggung nasional, Yoel dikenal jauh dari kesan bossy. Ia sering turun ke lapangan, berbicara dengan juru parkir, teknisi, dan operator mesin. Banyak yang kaget ketika tahu orang yang mendengarkan keluhan mereka ternyata adalah owner perusahaan.
Baca Juga:
Huawei Lansir AI Data Platform untuk Mempercepat Adopsi AI di Perusahaan
MWC 2026 丨 Konvergensi “Optical Intelligence”: Menghubungkan Masa Depan Cerdas yang Lebih Cerah
Huawei dan Bittel Luncurkan Solusi Xinghe Al SafeStay Hotel Campus Network
Gaya inilah yang membuat Yoel dihormati sebagai pemimpin yang merakyat, pendengar yang baik, dan tidak segan belajar dari siapa saja. Bahkan di media sosial, ia jarang memamerkan pencapaian bisnisnya. “Saya ingin orang menilai dari karya, bukan dari foto-foto pamer sukses,” katanya.
Inovasi: Lebih dari Sekadar Parkir
MSM Parking kini bukan hanya soal mengatur kendaraan keluar-masuk. Ada beberapa inovasi kunci yang lahir di bawah arahan Yoel:
-
Dynamic Pricing – tarif fleksibel sesuai jam sibuk, lokasi premium, atau event.
-
Membership Digital – langganan bulanan/tahunan untuk penghuni, karyawan, dan pelanggan tetap.
-
Cashless Integration – mendukung QRIS, OVO, GoPay, DANA, ShopeePay, kartu debit, hingga NFC.
-
Data Analytics – dashboard yang bisa menganalisis volume kendaraan, lama parkir, hingga potensi iklan.
-
Event Parking – sistem portable untuk konser, bazar, pameran, dengan pendapatan instan.
Bagi Yoel, setiap inovasi selalu bermuara pada satu hal: meningkatkan manfaat untuk daerah dan masyarakat.
Dampak Nyata: PAD Naik, Transparansi Terbentuk
Hasil implementasi sistem MSM Parking di beberapa lokasi menunjukkan peningkatan drastis. Jika sebelumnya sebuah pasar atau rumah sakit daerah hanya menghasilkan sekitar Rp300 juta per tahun, maka setelah digitalisasi angkanya bisa mencapai Rp600 juta.
Lebih dari itu, pemerintah daerah mendapat data transparan yang memudahkan audit. Tak ada lagi “kebocoran” yang selama ini menjadi masalah klasik. Sistem MSM membantu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan PAD untuk pembangunan daerah.
Sosok di Balik Layar
Meski kini dikenal sebagai tokoh muda di industri parkir Indonesia, Yoel tetap mempertahankan sikap sederhana. Rekan-rekannya menyebut ia tidak pernah meninggalkan akar: tetap dekat dengan keluarga, menghormati tim, dan tidak segan belajar dari mitra bisnis.
Baca Juga:
Huawei Luncurkan Solusi iFTTO untuk Mempercepat Transformasi Cerdas di Lingkungan Kampus
Huawei Luncurkan Solusi Berbasiskan Skenario untuk Perkantoran, Kesehatan, dan Pendidikan
“Yoel itu tipikal orang yang kalau rapat tidak suka bicara panjang. Dia lebih banyak mendengar, lalu memberi solusi yang konkret,” ujar salah satu kolega.
Di luar bisnis, Yoel aktif membagikan pandangan tentang pentingnya anak muda ikut membangun daerah melalui inovasi. Ia percaya bahwa generasi muda bisa menjadi motor perubahan, asal konsisten dan tidak mudah menyerah.
Visi ke Depan
MSM Parking kini menargetkan ekspansi ke kota-kota besar seperti Batam, Medan, Surabaya, hingga Jakarta. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan integrasi dengan konsep Smart City, di mana parkir terhubung langsung dengan transportasi publik, e-ticketing, hingga layanan pemerintah daerah.
“Saya ingin MSM Parking tidak hanya dikenal sebagai perusahaan, tapi sebagai ekosistem solusi parkir nasional. Kalau kota lebih tertata, daerah lebih mandiri, dan masyarakat lebih nyaman, itu sudah cukup menjadi kepuasan bagi saya,” tutup Yoel dengan nada rendah hati.
Penutup
Di saat banyak pengusaha muda mengejar popularitas dan glamor, Yoel Liem Yusnarto memilih jalan berbeda. Dengan sikap humble, ia membangun MSM Parking sebagai pionir digitalisasi parkir di Indonesia. Bagi Yoel, parkir bukan sekadar bisnis, melainkan jalan untuk memberi manfaat, membangun daerah, dan melahirkan masa depan kota yang lebih cerdas.[]











