Wells Fargo Naikkan Target Emas hingga 2026. Bisa Tembus US$6.300 per Ons

- Pewarta

Senin, 9 Februari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUSINESS TODAY - Prospek emas kembali mencuri perhatian pasar global. Wells Fargo Investment Institute secara agresif menaikkan target harga emas hingga akhir 2026, seiring meningkatnya daya tarik logam mulia di tengah volatilitas pasar saham global.

BUSINESS TODAY - Prospek emas kembali mencuri perhatian pasar global. Wells Fargo Investment Institute secara agresif menaikkan target harga emas hingga akhir 2026, seiring meningkatnya daya tarik logam mulia di tengah volatilitas pasar saham global.

BUSINESS TODAY – Prospek emas kembali mencuri perhatian pasar global. Wells Fargo Investment Institute secara agresif menaikkan target harga emas hingga akhir 2026, seiring meningkatnya daya tarik logam mulia di tengah volatilitas pasar saham global.

Dalam proyeksi terbarunya, Wells Fargo mematok target harga emas di kisaran US$6.100–6.300 per troi ons pada akhir 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan target sebelumnya yang berada di rentang US$4.500–4.700 per troi ons.

Seperti dikutip dari thestreet.com, revisi ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar US$1.600 atau hampir 35% dari proyeksi sebelumnya. Target terbaru Wells Fargo juga mengindikasikan peluang kenaikan 23–27% dibandingkan harga emas di pasar spot saat ini yang berada di kisaran US$4.961 per troi ons.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir tidak selalu mulus, Wells Fargo menilai daya tarik emas justru semakin kuat. Hal ini terutama terlihat jika dibandingkan dengan aset saham, khususnya sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang tengah mengalami tekanan signifikan.

Dalam sepekan terakhir, aksi jual besar-besaran di saham produsen perangkat lunak dan jasa teknologi disebut telah menghapus hampir US$1 triliun nilai kapitalisasi pasar, menurut Fox Business. Bahkan, sejumlah indeks saham berbasis perangkat lunak tercatat anjlok lebih dari 15% hanya dalam hitungan hari.

Setelah menikmati reli panjang selama beberapa tahun, investor dinilai mulai memasuki fase “show me” terhadap sektor AI, menuntut realisasi kinerja yang lebih konkret seiring belanja modal yang semakin agresif.

Saham-saham teknologi besar pun ikut terpukul. Amazon, misalnya, dilaporkan turun sekitar 9% setelah perusahaan mengisyaratkan belanja modal hampir US$200 miliar hingga 2026, sejalan dengan rencana ekspansi besar dari raksasa teknologi lainnya, seperti dikutip dari Reuters.

Di tengah tekanan pasar saham tersebut, emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai. Miliarder Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, bahkan menepis kekhawatiran atas koreksi harga emas belakangan ini saat berbicara dalam ajang World Government Summit di Dubai.

Tak hanya Wells Fargo, sejumlah institusi keuangan global juga memproyeksikan harga emas tetap tinggi hingga 2026. Berikut target harga emas dari beberapa lembaga internasional:

J.P. Morgan: US$6.300 (akhir 2026)

UBS: US$6.200 (2026)

Deutsche Bank: US$6.000 (2026)

Goldman Sachs: US$5.400 (akhir 2026)

Macquarie: US$4.323 (rata-rata 2026)

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi dan tekanan pada aset berisiko, emas dinilai tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik bagi investor dalam jangka menengah hingga panjang.

Berita Terkait

Mengelola Gedung agar Berfungsi dengan Baik
Perusahaan Sering Gonta-ganti Software ERP tapi Efisiensi Tidak Naik, Ini Sebabnya
Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?
7 Tips Mencapai Financial Freedom Secara Realistis
Mengapa Pengelola Gedung Perkantoran Perlu Pengendali Rayap
Merek FMCG di Indonesia Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat karena Pemenang Pasar Berfokus Menarik Lebih Banyak Pembeli
Levner Consulting Dampingi Perusahaan Indonesia Perkuat Tata Kelola melalui Standar ISO
Apa Itu Remittance dan Keuntungannya? Simak Cara Kerja hingga Manfaatnya

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Mengelola Gedung agar Berfungsi dengan Baik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Perusahaan Sering Gonta-ganti Software ERP tapi Efisiensi Tidak Naik, Ini Sebabnya

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:32 WIB

Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:15 WIB

7 Tips Mencapai Financial Freedom Secara Realistis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:35 WIB

Mengapa Pengelola Gedung Perkantoran Perlu Pengendali Rayap

Berita Terbaru