OJK dan Emiten Sepakat Dorong Free Float 15%, Ini Jurus Perkuat Integritas Bursa RI

- Pewarta

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK dan Emiten Sepakat Dorong Free Float 15%, Ini Jurus Perkuat Integritas Bursa RI

OJK dan Emiten Sepakat Dorong Free Float 15%, Ini Jurus Perkuat Integritas Bursa RI

BUSINESS TODAY – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menegaskan komitmen mempercepat reformasi pasar modal nasional dengan mendorong peningkatan porsi kepemilikan saham publik (free float) menjadi 15 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat integritas dan daya saing Bursa Efek Indonesia (BEI).

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan OJK, BEI, dan AEI yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/2). Pertemuan ini dihadiri Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono, serta Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.

Hasan Fawzi menyampaikan diskusi berlangsung konstruktif dan menunjukkan keselarasan pandangan antara regulator dan pelaku industri. “Dukungan ini tidak hanya terkait peningkatan free float, tetapi juga mencakup sejumlah pilar penting penguatan integritas pasar,” ujar Hasan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut OJK, kebijakan free float 15 persen merupakan bagian integral dari reformasi pasar modal Indonesia. Tujuannya antara lain memperkuat struktur pasar, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperluas basis investor publik, serta mendorong tata kelola emiten yang lebih transparan dan akuntabel. Peningkatan kepemilikan publik juga diyakini dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor institusional global.

Dari sisi emiten, Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut selama diterapkan secara bertahap dan terukur. “Secara umum kami support OJK dan SRO untuk mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih tangguh,” ujarnya.

Selain free float, AEI juga mendukung agenda reformasi lain seperti penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), penyempurnaan reklasifikasi investor, peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen, hingga penguatan edukasi dan literasi investor ritel.

OJK menegaskan implementasi reformasi akan dilakukan secara hati-hati dengan masa transisi yang memadai. BEI pun akan menyiapkan tim pendamping dan hot desk khusus guna membantu emiten menyesuaikan diri dengan kebijakan baru. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar sekaligus memperkuat fondasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Berita Terkait

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Bisnis F&B di Indonesia
Resmi Kantongi Sertifikat Merek DJKI, Whitecyber Perkokoh Legalitas Ekosistem Teknologi dan Riset Nasional
7 Tempat Belanja yang Sudah Menerima Pembayaran QRIS di Indonesia
Efisiensi Operasional Manufaktur melalui Integrasi Produksi dan Persediaan
Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang
Mengapa Industri Pertambangan Harus Beralih ke Pabrik Pengecoran Lokal? Strategi Pangkas Lead Time Sparepart Alat Berat
Strategi Bisnis The Harvest Setelah Ramadan Fokus Inovasi Produk Viral dan Peningkatan Layanan Delivery Kosumen
Menciptakan Perpustakaan Nyaman dengan Lantai Epoxy Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Bisnis F&B di Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03 WIB

Resmi Kantongi Sertifikat Merek DJKI, Whitecyber Perkokoh Legalitas Ekosistem Teknologi dan Riset Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:26 WIB

7 Tempat Belanja yang Sudah Menerima Pembayaran QRIS di Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:33 WIB

Efisiensi Operasional Manufaktur melalui Integrasi Produksi dan Persediaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:21 WIB

Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang

Berita Terbaru

BISNIS

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Bisnis F&B di Indonesia

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:10 WIB