BUSINESS TODAY – Pasar keuangan domestik sepanjang 2–9 Februari 2026 bergerak dinamis dan sarat sentimen. Mulai dari aksi korporasi pengendali emiten, sorotan terhadap saham berisiko tinggi, hingga pernyataan keras pemerintah soal kepatuhan pajak dan tata kelola usaha.
Di sisi lain, reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjadi perhatian, terutama terkait pemenuhan ketentuan free float minimal 15% bagi emiten-emiten besar. Sejumlah saham anggota indeks LQ45 tercatat masih berada di bawah ambang batas tersebut.
Tekanan kebijakan juga datang dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang dinilai merugikan penerimaan negara, termasuk membuka opsi ekstrem berupa pengambilalihan aset produksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dari ranah global, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, kekhawatiran terhadap utang Amerika Serikat, serta perkembangan teknologi militer dan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai berpotensi mengubah lanskap ekonomi dan keamanan global.
Berikut rangkuman berita terpopuler IDNFinancials.com sepanjang sepekan terakhir:
1. Purbaya: Kita Ambil Alih Pabriknya dengan Segala Cara
Pernyataan Menkeu Purbaya soal ketegasan negara terhadap perusahaan pembangkang pajak langsung menyita perhatian publik dan pelaku pasar. Opsi pengambilalihan aset disebut sebagai langkah terakhir demi melindungi kepentingan negara.
“Negara memiliki kewenangan untuk memastikan kewajiban perpajakan dipenuhi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Purbaya.
2. Tommy Soeharto Lepas Seluruh Saham HITS, Kantongi Rp288 Miliar
Aksi korporasi Tommy Soeharto yang menjual seluruh kepemilikannya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) memicu spekulasi pasar terkait arah bisnis dan struktur kepemilikan emiten ke depan.
3. Elon Musk: Utang Tak Terkendali, AS Menuju ‘Day of Reckoning’
CEO Tesla dan SpaceX kembali melontarkan peringatan keras terkait lonjakan utang Amerika Serikat yang dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi global.
“Pengelolaan fiskal jangka panjang perlu perhatian serius agar tidak membebani generasi mendatang,” tulis Musk.
4. Perundingan AS–Iran Dibatalkan, Risiko Eskalasi Meningkat
Batalnya perundingan diplomatik antara AS dan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya dampaknya terhadap energi dan rantai pasok global.
5. Kontrak CK Hutchison Dibatalkan, China Beri Sinyal Keras ke Panama
Ketegangan geopolitik kembali mencuat setelah pembatalan kontrak strategis, memperlihatkan meningkatnya rivalitas ekonomi dan pengaruh global.
6. Israel Siapkan Teknologi Pertahanan Baru di Luar Angkasa
Israel dikabarkan tengah menyiapkan sistem persenjataan berbasis luar angkasa, seiring meningkatnya ancaman regional.
7. Free Float 6 Saham LQ45 di Bawah 15%, BEI Beri Tenggat
BEI menegaskan komitmen penegakan aturan free float demi meningkatkan likuiditas dan perlindungan investor.
“Kepatuhan terhadap ketentuan free float penting untuk menjaga kualitas pasar,” ujar perwakilan BEI.
8. Bareskrim Selidiki Dugaan Saham ‘Gorengan’ DADA
Kasus saham berisiko tinggi kembali mencuat. Bareskrim menelusuri alur transaksi dan jaringan pihak-pihak terkait.
9. Elon Musk: AS Bisa Bangkrut Tanpa AI dan Robot
Musk menilai pemanfaatan teknologi AI dan otomasi menjadi kunci daya saing ekonomi Amerika Serikat di masa depan.
10. Indonesia Percepat Modernisasi AU, Hawk Diganti M-346 Block 20
Langkah modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dinilai strategis dalam menjaga pertahanan dan stabilitas nasional.







