BUSINESS TODAY – Sejumlah analis memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/2/2026) masih diwarnai risiko koreksi, seiring upaya otoritas bursa mengembalikan kepercayaan pasar yang sempat terguncang.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tajam 4,88% atau turun 406,88 poin ke level 7.922,73, berdasarkan data IDX Mobile. Tekanan jual terjadi secara masif, dengan 753 saham ditutup melemah, 142 saham stagnan, dan hanya 63 saham yang menguat.
Sepanjang perdagangan, pasar mencatat transaksi 48,05 miliar saham dengan nilai mencapai Rp29,05 triliun. Kapitalisasi pasar pun menyusut menjadi Rp14.239 triliun, sementara IHSG bergerak pada rentang 7.820,23 hingga 8.315.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menekan indeks, di antaranya PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) yang ambles 14,80% ke Rp6.475, PT Astra International Tbk. (ASII) turun 1,18% ke Rp6.275, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 0,41% ke Rp4.800.
Di sisi lain, beberapa saham perbankan justru mampu bertahan di zona hijau, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menguat 2,70% ke Rp7.600, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,52% ke Rp3.830, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 0,22% ke Rp4.500.
Tim Analis MNC Sekuritas menyebut investor perlu mencermati area 7.835–7.680 sebagai zona koreksi untuk membentuk wave (b) dari wave [x]. Sementara itu, potensi penguatan IHSG berada di kisaran 8.128–8.527, dengan level support di 7.654 dan 7.481, serta resistance di 8.094 dan 8.318.
Untuk strategi perdagangan, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), serta sell on strength untuk saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA).
Disclaimer: Berita ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.








