Geoprima (GPSO) Siapkan Akuisisi Jumbo Rp700 Miliar Borong Aset Strategis Tjokro Group

- Pewarta

Senin, 2 Februari 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geoprima (GPSO) Siapkan Akuisisi Jumbo Rp700 Miliar Borong Aset Strategis Tjokro Group

Geoprima (GPSO) Siapkan Akuisisi Jumbo Rp700 Miliar Borong Aset Strategis Tjokro Group

BUSINESS  TODAY – PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) mengumumkan rencana aksi korporasi besar dengan mengakuisisi sejumlah aset strategis milik Tjokro Group senilai sekitar Rp700 miliar. Langkah ini diyakini menjadi titik balik transformasi bisnis perseroan menuju perusahaan manufaktur terintegrasi berskala besar.

Rencana akuisisi tersebut diawali dengan penandatanganan Kesepakatan Induk pada 20 Januari 2026 antara GPSO dengan PT Morita Tjokro Gearindo (MTG), PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo (TBC), dan PT Jaya Indah Casting (JIC).

Manajemen GPSO menyampaikan, melalui kesepakatan ini perseroan berencana mengambil alih hingga 99,9% saham pada tiga entitas, yakni PT Pulogadung Tempajaya (PTJ), PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK), dan PT Jakarta Marten Logamindo (JML), dengan estimasi nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp700 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manajemen optimistis aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan, termasuk peningkatan laba dan potensi dividen yang lebih besar bagi pemegang saham ke depan.
“Konsolidasi ini akan menjadikan perseroan sebagai salah satu pemain utama dengan rantai pasok yang solid, efisien, dan berkelanjutan,” ujar manajemen dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Ketiga entitas yang akan diakuisisi memiliki rekam jejak panjang di industri fabrikasi komponen, didukung pelanggan tetap, teknologi, serta sistem operasional yang telah berjalan mapan. Selain itu, GPSO juga berencana menguasai hak pengelolaan aset tanah dan bangunan pabrik di kawasan Jababeka dan EJIP, yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan sewa stabil dengan rental rate sekitar 5%–10%.

Untuk pendanaan transaksi, GPSO tengah mengkaji sejumlah opsi, termasuk share swap melalui PMHMETD maupun penggunaan instrumen utang. Perseroan menegaskan seluruh proses akan mengikuti ketentuan OJK dan BEI, termasuk penilaian kewajaran oleh KJPP independen.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur GPSO di pasar modal sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berita Terkait

3 Agency Digital Marketing Indonesia dengan Hasil Terverifikasi, Bukan Sekadar Klaim
Mitos vs Fakta: Apa yang Benar-benar Perlu Anda Ketahui Sebelum Memilih Agency Digital di Indonesia
Perbandingan Forklift Diesel dari Tiga Kapasitas Berbeda, Mana yang Paling Efisien untuk Operasional Logistik Skala Menengah
Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Bisnis F&B di Indonesia
Resmi Kantongi Sertifikat Merek DJKI, Whitecyber Perkokoh Legalitas Ekosistem Teknologi dan Riset Nasional
7 Tempat Belanja yang Sudah Menerima Pembayaran QRIS di Indonesia
Efisiensi Operasional Manufaktur melalui Integrasi Produksi dan Persediaan
Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:53 WIB

3 Agency Digital Marketing Indonesia dengan Hasil Terverifikasi, Bukan Sekadar Klaim

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:51 WIB

Mitos vs Fakta: Apa yang Benar-benar Perlu Anda Ketahui Sebelum Memilih Agency Digital di Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35 WIB

Perbandingan Forklift Diesel dari Tiga Kapasitas Berbeda, Mana yang Paling Efisien untuk Operasional Logistik Skala Menengah

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Bisnis F&B di Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03 WIB

Resmi Kantongi Sertifikat Merek DJKI, Whitecyber Perkokoh Legalitas Ekosistem Teknologi dan Riset Nasional

Berita Terbaru