Efek Purbaya Mengguncang Bursa Politik: Dari Meja Kemenkeu ke Bursa Capres 2029

- Pewarta

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia politik nasional mulai bergeser ke arah baru. Sosok teknokrat kini tak lagi hanya berbicara di ruang ekonomi, tapi juga mulai mengguncang panggung politik. Fenomena ini terlihat dari hasil survei IndexPolitica Indonesia yang menempatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai kandidat terkuat kedua dalam bursa calon presiden 2029, hanya terpaut di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.610 responden di seluruh Indonesia itu menunjukkan Prabowo Subianto masih memimpin dengan 40,12%, disusul Purbaya Yudhi Sadewa di posisi kedua dengan 22,50%. Di bawahnya, ada Anies Baswedan (13,40%), Ganjar Pranowo (7,12%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (5,12%).

Dari Teknoekonomi ke Panggung Politik

Direktur Eksekutif IndexPolitica Denny Charter menyebut fenomena ini sebagai “Purbaya Effect” — pergeseran persepsi publik terhadap kepemimpinan nasional yang kini lebih menilai kinerja dan rasionalitas ketimbang retorika politik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Purbaya berhasil menembus ruang politik melalui jalur prestasi dan kebijakan. Publik melihatnya sebagai sosok antitesis dari model lama yang dianggap terlalu birokratis,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Selasa (28/10/2025).

Menurut Denny, lonjakan elektabilitas Purbaya terjadi dalam waktu singkat setelah reshuffle kabinet yang menempatkannya di posisi Menteri Keuangan. Publik menilai gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan berani mengambil keputusan strategis mampu mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

Simbol Perubahan dan Kejenuhan Politik Lama

Fenomena ini, kata IndexPolitica, sekaligus mencerminkan kejenuhan publik terhadap figur politik tradisional. Purbaya dianggap sebagai simbol efisiensi dan ketegasan dalam tata kelola ekonomi, dua hal yang jarang menjadi daya tarik utama calon presiden sebelumnya.

Dalam simulasi calon wakil presiden, nama Purbaya juga menempati posisi teratas dengan 28,65%, unggul atas Dedi Mulyadi (20,15%), Agus Harimurti Yudhoyono (15,75%), dan Gibran Rakabuming Raka (12,35%).

“Publik mulai mencari figur yang bisa memadukan logika ekonomi dengan kepemimpinan politik. Ini tanda bahwa pasar politik mulai merespons kinerja, bukan sekadar popularitas,” tulis laporan IndexPolitica.

Menuju 2029: Politik Rasional di Depan Mata

Kenaikan Purbaya menunjukkan arah baru politik Indonesia — di mana figur teknokrat dengan latar belakang ekonomi dan kebijakan publik mulai diterima sebagai alternatif realistis untuk memimpin negara.

“Fenomena Purbaya Effect bisa menjadi indikator awal lahirnya politik rasional, di mana publik menilai kepemimpinan dari hasil, bukan janji,” tutup Denny.

Berita Terkait

Mengelola Gedung agar Berfungsi dengan Baik
16 Tahun PROPAMI Menjaga Marwah Profesi dan Kepercayaan di Pasar Modal Indonesia
BEI Tekankan Pentingnya Tata Kelola Emiten untuk Ciptakan Nilai Jangka Panjang
Perusahaan Sering Gonta-ganti Software ERP tapi Efisiensi Tidak Naik, Ini Sebabnya
Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?
7 Tips Mencapai Financial Freedom Secara Realistis
Mengapa Pengelola Gedung Perkantoran Perlu Pengendali Rayap
Merek FMCG di Indonesia Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat karena Pemenang Pasar Berfokus Menarik Lebih Banyak Pembeli

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Mengelola Gedung agar Berfungsi dengan Baik

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:10 WIB

16 Tahun PROPAMI Menjaga Marwah Profesi dan Kepercayaan di Pasar Modal Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:26 WIB

BEI Tekankan Pentingnya Tata Kelola Emiten untuk Ciptakan Nilai Jangka Panjang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Perusahaan Sering Gonta-ganti Software ERP tapi Efisiensi Tidak Naik, Ini Sebabnya

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:32 WIB

Perbedaan Tiket Ticket Only vs Private Car: Mana yang Cocok untuk Anda?

Berita Terbaru