Free Float Naik Jadi 15%, Ini Jurus BEI Pulihkan Kepercayaan Investor Global

- Pewarta

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Free Float Naik Jadi 15%, Ini Jurus BEI Pulihkan Kepercayaan Investor Global

Free Float Naik Jadi 15%, Ini Jurus BEI Pulihkan Kepercayaan Investor Global

BUSINESS TODAY – Reformasi pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan. Kebijakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta rencana kenaikan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% dinilai berpotensi besar memulihkan kepercayaan investor global terhadap pasar saham nasional.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menilai langkah tersebut bisa menjadi sinyal positif bagi investor internasional, asalkan dijalankan secara bertahap, terencana, dan dikomunikasikan secara konsisten ke pasar.

“Kalau dilakukan secara bertahap, terencana, dan di-update ke market secara kontinu, saya rasa bisa memulihkan kepercayaan,” ujar Eko, dikutip dari Antara, di Jakarta.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Eko, persoalan utama pasar modal Indonesia bukan terletak pada fundamental ekonomi, melainkan pada aspek tata kelola (governance). Ia menilai banyak emiten di BEI yang memiliki kinerja baik, transparan, dan kredibel. Namun, keberadaan saham-saham berkualitas rendah yang rawan praktik “goreng saham”, ditambah perilaku investor ritel pemula yang cenderung ikut-ikutan tanpa analisis, menjadi catatan negatif dalam penilaian lembaga global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Kalau demutualisasi dan kebijakan free float ini dilakukan dengan upaya serius, progresnya dijelaskan ke market, dan pertanyaan investor dijawab secara proper oleh regulator, saya rasa kepercayaan investor global bisa membaik. Padahal potensi pasar saham kita sangat besar,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Chair of the Board of Trustees Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid. Ia menilai peningkatan batas minimum free float menjadi 15% dapat memperkuat struktur pasar modal Indonesia, khususnya dari sisi transparansi dan likuiditas.

“Free float itu bagian dari proses transparansi dan likuiditas, terutama,” kata Arsjad.

Meski demikian, Arsjad mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan tekanan mendadak bagi emiten. Ia menekankan pentingnya masa transisi agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya.

Dengan meningkatnya porsi saham yang beredar di publik, Arsjad berharap pasar modal Indonesia bisa menarik lebih banyak investor, sekaligus mendorong perbaikan praktik tata kelola dan keterbukaan informasi emiten.

Di sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini rencana penyesuaian aturan free float akan disambut positif oleh calon emiten yang berencana melantai di bursa melalui initial public offering (IPO).

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan peningkatan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor global, tetapi juga memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Berita Terkait

Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang
Mengapa Industri Pertambangan Harus Beralih ke Pabrik Pengecoran Lokal? Strategi Pangkas Lead Time Sparepart Alat Berat
Strategi Bisnis The Harvest Setelah Ramadan Fokus Inovasi Produk Viral dan Peningkatan Layanan Delivery Kosumen
Menciptakan Perpustakaan Nyaman dengan Lantai Epoxy Berkualitas
Tren Outsourcing Terintegrasi 2026: Solusi Efisien untuk Operasional Bisnis Modern
Newlab+ Raih Rekor MURI dan Luncurkan Brightlogy: Revolusi Skincare Aman Berbasis Sains Tanpa Klaim Berlebihan
Resmi Dimulai! Surabaya Bakal Punya KRL, Jalur Gubeng–Sidoarjo Jadi Andalan Atasi Macet
5 Rekomendasi Merk Thinwall Terbaik di Indonesia: Review Jujur untuk UMKM

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:21 WIB

Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Industri Pertambangan Harus Beralih ke Pabrik Pengecoran Lokal? Strategi Pangkas Lead Time Sparepart Alat Berat

Senin, 6 April 2026 - 10:45 WIB

Strategi Bisnis The Harvest Setelah Ramadan Fokus Inovasi Produk Viral dan Peningkatan Layanan Delivery Kosumen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:48 WIB

Menciptakan Perpustakaan Nyaman dengan Lantai Epoxy Berkualitas

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:46 WIB

Tren Outsourcing Terintegrasi 2026: Solusi Efisien untuk Operasional Bisnis Modern

Berita Terbaru

BISNIS

Tips Memilih Vendor Jasa Pembasmi Rayap di Semarang

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:21 WIB