COMAU PERLUAS PORTOFOLIO ROBOT KOLABORATIF DENGAN MELANSIR MYCO

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 19 Desember 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MyCo Family

MyCo Family

SHANGHAI, 19 Desember 2025 /PRNewswire/ — Comau terus memperluas portofolio robot kolaboratif (cobot) dengan melansir MyCo, lini produk terbaru yang mencakup enam cobot untuk mendukung kolaborasi bersama manusia–robot yang aman, fleksibel, dan efisien di berbagai industri.

MyCo Family
MyCo Family

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

MyCo terdiri atas enam model cobot berbobot ringan dengan daya angkut (payload) mulai dari 3 kg hingga 15 kg, serta jangkauan kerja antara 590 mm hingga 1.300 mm. Dengan proses instalasi yang cepat, pemrograman intuitif, dan implementasi yang mudah, robot MyCo membantu produsen mempersingkat waktu produksi, menyederhanakan integrasi, dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan produksi. Dilengkapi sistem proteksi IP66 dan fitur keselamatan kolaboratif yang canggih, MyCo memberikan kinerja yang andal, bahkan di lingkungan industri yang menantang.

Mendukung proses integrasi yang lancar di lingkungan produksi, cobot MyCo sangat cocok untuk berbagai aplikasi seperti pergudangan, intralogistik, pengemasan, pengelasan busur, dan perakitan ringan. Desain ergonomis MyCo memfasilitasi kolaborasi erat antara manusia dan robot, meningkatkan kenyamanan operator, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang kerja dan keselamatan operasional.

MyCo mencerminkan pendekatan Comau dalam otomasi kolaboratif, menggabungkan keahlian aplikasi dan proses dengan perangkat digital yang mudah digunakan. Pelanggan dapat memilih solusi yang paling sesuai dari portofolio lengkap robot industri dan robot kolaboratif Comau, atau kombinasi keduanya, sesuai dengan kebutuhan produksi masing-masing. Fleksibilitas tersebut semakin diperkuat oleh sistem visi canggih, kemampuan IoT, serta kemitraan strategis Comau dengan penyedia end-effector terkemuka.

"Lewat MyCo, Comau kembali mengambil langkah nyata untuk mempercepat strategi diversifikasi bisnis," ujar Stefania Ferrero, Chief Marketing Officer, Comau. "Kami memperkirakan, pasar robot kolaboratif global akan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 15% pada periode 2024 hingga 2028. Pertumbuhan ini didorong oleh pesatnya permintaan dari sektor nontradisional seperti makanan dan minuman, farmasi, energi terbarukan, dan logistik, serta tingkat penggunaan yang semakin luas oleh usaha kecil dan menengah. MyCo merupakan solusi yang hemat biaya dan serbaguna untuk menjawab tren ini, menawarkan solusi yang sangat fleksibel, mudah digunakan, dan mudah dipindahkan, guna mendukung kegiatan operasional yang aman dan efisien di lingkungan yang dinamis."

Informasi selengkapnya: laman tentang fitur produk.

Berita Terkait

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Clé de Peau Beauté Lanjutkan Kemitraan Global dengan UNICEF, Jangkau 7,3 Juta Anak Perempuan sebagai Target Baru
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya
Risen Energy Raih Pesanan Modul HJT 1,2 GW dari China Huaneng Group, Semakin Memperkuat Posisinya sebagai Pemimpin Industri
Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Kamis, 16 April 2026 - 02:00 WIB

Clé de Peau Beauté Lanjutkan Kemitraan Global dengan UNICEF, Jangkau 7,3 Juta Anak Perempuan sebagai Target Baru

Kamis, 16 April 2026 - 01:00 WIB

Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Berita Terbaru