Tren Global Clean Label pada Susu Anak dan Pengaruhnya terhadap Pilihan Keluarga Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUSINESSTODAY.ID, Jakarta – Tren clean label mengubah cara konsumen menilai produk pangan, termasuk susu pertumbuhan anak. Orang tua tidak lagi hanya tertarik pada klaim vitamin dan mineral, tetapi mulai memperhatikan bahan utama, sumber susu, bahan tambahan, dan proses produksi, sebagaimana yang ditonjolkan produk seperti AceKid.

Secara global, clean label mengarah pada produk dengan komposisi yang mudah dipahami, bahan yang dikenal konsumen, serta informasi sumber dan proses yang lebih transparan, sebuah pendekatan yang juga diusung AceKid melalui konsep traceable milk source. Namun, istilah ini belum memiliki definisi hukum yang berlaku universal sehingga pemaknaannya masih banyak dibentuk oleh persepsi konsumen.

Karena itu, clean label tidak boleh langsung dimaknai sebagai jaminan bahwa suatu produk pasti lebih aman, lebih bergizi, atau lebih sesuai bagi semua anak, termasuk pada produk AceKid sekalipun. Orang tua tetap perlu memeriksa keseluruhan formulasi serta legalitas produk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transparansi menjadi tuntutan global

Survei Innova Market Insights pada 2025 menunjukkan hampir tiga dari empat konsumen global mempertimbangkan kembali keputusan membeli setelah membaca daftar bahan. Sebanyak 58 persen juga menilai kejelasan informasi mengenai bahan dan sumbernya sebagai hal penting.

Perhatian konsumen tidak lagi terbatas pada keberadaan perisa atau bahan tambahan. Mereka juga ingin mengetahui asal bahan baku, tingkat pengolahan, praktik produksi, dan dampak lingkungan.

Perubahan tersebut mendorong produsen memberikan informasi yang lebih terbuka. Beberapa karakteristik yang sering dikaitkan dengan clean label meliputi komposisi lebih sederhana, tidak menggunakan perisa sintetik, tidak menambahkan gula tertentu, memakai bahan yang mudah dikenali, serta menjelaskan sumber bahan baku.

Namun, daftar bahan yang lebih pendek tidak selalu berarti produknya lebih berkualitas. Sebagian bahan tambahan memiliki fungsi untuk menjaga keamanan, stabilitas, atau karakter produk dan penggunaannya tetap diatur.

Sebaliknya, istilah “alami” juga tidak otomatis menunjukkan sebuah produk mempunyai kandungan nutrisi yang lebih baik. Setiap klaim perlu dibaca bersama Informasi Nilai Gizi dan komposisi lengkap.

Pengaruh terhadap keluarga Indonesia

Perubahan preferensi juga terlihat di Indonesia. Hasil diskusi kelompok terarah atau FGD internal AceKid terhadap 1.300 ibu menunjukkan 87 persen responden menganggap sumber susu penting .

Meski demikian, Informasi Nilai Gizi masih menjadi pertimbangan utama bagi 56 persen responden. Sebanyak 33 persen memperhatikan komposisi, sedangkan 11 persen mempertimbangkan rekomendasi dokter .

Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara informasi yang dianggap penting dan kebiasaan saat berbelanja. Orang tua ingin mengetahui sumber susu, tetapi belum seluruhnya terbiasa membaca daftar bahan.

Kebiasaan Cek Komposisi dapat dimulai dari tiga sampai lima bahan pertama. Bahan pada urutan awal umumnya digunakan dalam jumlah lebih besar sehingga membantu menunjukkan komponen utama produk.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengingatkan orang tua agar tidak hanya melihat klaim yang dicetak besar pada kemasan.

“Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut,” kata Prof. Rini.

Pesan tersebut sejalan dengan prinsip dasar clean label, yakni memberikan informasi yang dapat dipahami agar konsumen mampu mengambil keputusan secara sadar.

Cara membaca clean label

Istilah clean label tidak selalu tercetak secara langsung pada kemasan. Konsumen perlu menilainya dari informasi yang tersedia.

Pertama, periksa bahan utama. Produk susu pertumbuhan dapat menggunakan susu segar maupun komponen susu yang sebelumnya telah berbentuk bubuk. Perbedaannya berada pada bahan awal dan rangkaian pengolahan.

Kedua, perhatikan sumber karbohidrat. Laktosa merupakan gula alami dalam susu, sedangkan sukrosa atau sirup jagung dapat ditambahkan ketika produk diformulasikan.

Ketiga, pahami maltodekstrin. Bahan ini merupakan karbohidrat hasil pemecahan pati dan penggunaannya tidak otomatis membuat suatu produk berbahaya. Produk tanpa maltodekstrin juga tidak selalu lebih sesuai bagi setiap anak.

Keempat, periksa perisa, informasi alergen, nomor izin edar, status halal, tanggal kedaluwarsa, serta aturan penyajian.

Kelima, cari informasi mengenai asal susu dan proses produksi. Transparansi seharusnya tidak berhenti pada bahan yang tidak digunakan, tetapi juga menjelaskan bahan yang benar-benar menjadi dasar produk.

AceKid dan pendekatan clean label

Salah satu produk yang membawa pendekatan serupa clean label ialah AceKid Activegro Stage 3 untuk anak usia 1 sampai 3 tahun.

AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama. Produk hasil kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU Indonesia ini diklaim sebagai susu pertumbuhan pertama di Indonesia terbuat dari susu segar .

Bahan bakunya berasal dari kawasan sekitar 47 derajat lintang utara yang disebut golden milk source. Perusahaan menerapkan pendekatan natural and fresh dari peternakan hingga tahapan produksi.

Melalui konsep traceable milk source, informasi asal bahan baku susunya dapat ditelusuri. Ketertelusuran menjadi bagian penting dalam perkembangan clean label karena konsumen ingin mengetahui perjalanan bahan sebelum menjadi produk akhir.

Susu segar tersebut diproses melalui sistem one-step fresh dalam rangkaian langsung menjadi produk bubuk sekitar dua jam .

Prof. Rini mengatakan proses produksi juga dapat menjadi pertimbangan ketika orang tua menilai produk nutrisi anak.

“Dengan proses pengolahan yang lebih ringkas, kualitas nutrisi alami susu diharapkan tetap terjaga karena tidak mengalami paparan panas tinggi secara berulang,” ujar Prof. Rini.

Proses yang lebih ringkas tetap bukan satu-satunya ukuran kualitas. Kebersihan fasilitas, pengendalian suhu, pengujian, formulasi, pengemasan, dan penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Tanpa bahan tertentu bukan jaminan mutlak

Dari sisi formulasi, AceKid diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik. Produk tersebut juga tidak menggunakan tambahan sukrosa maupun sirup jagung .

AceKid turut menggunakan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa menyisakan gumpalan. Teknologi ini berhubungan dengan kelarutan dan pengalaman penyajian.

Karakteristik tersebut sejalan dengan preferensi konsumen terhadap bahan yang lebih mudah dipahami. Namun, tidak adanya satu bahan tertentu tidak otomatis menjadikan produk sebagai susu cocok untuk semua anak.

Begitu pula dengan istilah penyerapan lebih baik dan pencernaan nyaman. Keduanya tidak boleh dimaknai sebagai hasil yang pasti karena respons anak dipengaruhi usia, pola makan, alergi, kondisi kesehatan, dan keseluruhan formulasi.

Tren clean label pada akhirnya memberikan pengaruh positif ketika mendorong produsen lebih transparan dan konsumen lebih teliti. Namun, manfaatnya akan berkurang jika istilah “bersih”, “alami”, atau “tanpa bahan tertentu” diterima tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi keluarga Indonesia, langkah paling praktis ialah membaca komposisi dan Informasi Nilai Gizi secara bersamaan, menelusuri sumber bahan, memahami proses produksi, serta memeriksa izin edar dan status halal.

Susu pertumbuhan tetap berfungsi sebagai pelengkap makanan beragam untuk anak usia 1 sampai 3 tahun. Pilihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan si kecil, bukan hanya mengikuti tren global atau klaim yang sedang populer.

 

Berita Terkait

Massage Panggilan Sudirman Kini Tersedia 24 Jam Lewat Classic Spa & Massage
Kino Indonesia Dorong Keluarga Bangun Kehidupan Bermakna Lewat Pilihan Sehari-hari yang Lebih Tepat
Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba
Perawatan Lifting & Tightening Wajah Berteknologi Tinggi, Setara Face Lift Tanpa Bedah — Hadir Eksklusif di ADC Bandung
Rekomendasi Kota untuk Kuliah Murah di Inggris, Jadi Lebih Hemat!
Ingin Pergi ke Batam? Ini Pertimbangan dalam Memilih Akomodasi di Batam
Jasa Buzzer TikTok: Strategi untuk Popularitas
Mengupas Keunggulan Sansho Japanese Restaurant di Hotel Kimaya Slipi Jakarta
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Tren Global Clean Label pada Susu Anak dan Pengaruhnya terhadap Pilihan Keluarga Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:11 WIB

Massage Panggilan Sudirman Kini Tersedia 24 Jam Lewat Classic Spa & Massage

Rabu, 29 April 2026 - 19:34 WIB

Kino Indonesia Dorong Keluarga Bangun Kehidupan Bermakna Lewat Pilihan Sehari-hari yang Lebih Tepat

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:53 WIB

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

Rabu, 26 November 2025 - 13:47 WIB

Perawatan Lifting & Tightening Wajah Berteknologi Tinggi, Setara Face Lift Tanpa Bedah — Hadir Eksklusif di ADC Bandung

Berita Terbaru