in

Rekor, WIKA Global IDR Bonds

A.N.S. “Steve” Kosasih, Direktur Keuangan WIKA dipercaya mengepalai proyek Komodo Bonds

Businesstoday, JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (“WIKA”) membukukan transaksi terbesar Global IDR Bonds senilai Rp5,4 triliun.Global IDR Bonds (“Komodo Bonds”) tersebut berstatus Senior Unsecured Fixed Rate Notes dengan periode 3 tahun.

Komodo Bonds WIKA yang mendapat rating Ba2 dari Moody’s dan BB dari Fitch keduanya dengan stable outlook tersebut dibukukan at par dengan kupon obligasi 7,70% per tahun setelah melalui tahap penawaran awal pada tingkat kupon 8,00%.

Komodo Bonds WIKA memperoleh pesanan sekitar Rp13triliun atau mengalami oversubscribed hingga hampir 250%. Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo mengatakan WIKA bangga telah berhasil membukukan transaksi Komodo Bonds untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Terima kasih atas dukungan dari Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan serta Kementerian BUMN yang telah mendukung keberhasilan WIKA dalam transaksi Komodo Bonds ini.”

WIKA adalah salah satu BUMN konstruksi dan infrastruktur terbesar di Indonesia yang dipercaya menangani sejumlah besar proyek strategis nasional seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda, Simpang Susun Semanggi, Bendungan Jatigede serta berbagai proyek migas dan pembangkit listrik maupun berbagai proyek infrastruktur transportasi dan pengembangan properti bertema Transit Oriented Development.

INVESTOR BERAGAM

A.N.S. Steve Kosasih, Direktur Keuangan WIKA yang dipercaya mengepalai proyek Komodo Bonds menyampaikan, bahwa ia sangat bangga karena Komodo Bonds WIKA mengalami oversubscribed hingga hampir 2,5 kali. “Profil investor global yang sangat beragam.”

Profil investor global yang berminat terhadap Komodo Bonds WIKA sejumlah 67% berasal dari Asia, 13% dari Eropa dan Timur Tengah, 10% dari Amerika Serikat dan 10% dari investor dalam negeri Indonesia.

Seluruh hal di atas menunjukkan kepercayaan para investor global yang kuat terhadap WIKA dan infrastruktur di Indonesia serta keyakinan akan prospek likuiditas Komodo Bonds. “Dengan model bisnis yang terintegrasi serta profil risiko yang terdiversifikasi WIKA siap mendukung Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.”

Para investor yang berinvestasi di Komodo Bonds melihat bahwa keberhasilan transaksi Komodo Bonds WIKA membuka jalan bagi berbagai BUMN lain untuk menerbitkan Komodo Bond sebagai sumber pendanaan alternatif.

Mereka berharap bahwa lebih banyak lagi BUMN dapat menerbitkan instrumen investasi ini untuk mendongkrak likuiditas serta minat para investor global terhadap Komodo Bonds.

Komodo Bonds WIKA, yang akan mengalami settlement pada 31 Januari 2018 ini akan didaftarkan di Bursa Efek London (LSE-ISM) dan Bursa Efek Singapura (SGX-ST).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *