in

Usulan HET LPG di Pulpis Terkesan Dibiarkan Pemprov

Penetapan HET untuk harga jual LPG di daerah itu belum dilakukan penandatanganan oleh gubernur Kalimantan Tengah.

Businesstoday.id, Pulang Pisau – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Pulang Pisau, Elieser Jaya melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Perdagangan, Rianti Miasi mengungkapkan bahwa sampai saat ini penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk harga jual Liquified Petroleum Gas (LPG) di daerah itu belum dilakukan penandatanganan oleh gubernur Kalimantan Tengah.

“Hingga akhir tahun 2018 kita masih belum ada HET, karena usulan tersebut belum dilakukan penandatanganan oleh gubernur. Meski usulan sudah kita sampaikan kepada gubernur sejak bulan November 2017 lalu melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kalteng,” kata Rianti, Rabu (12/12/2018).

Pengusulan HET LPG ini sebelumnya, terang Rianti, juga menindaklanjuti Surat Gubernur Kalteng Nomor 541/249/V.2 tentang penetapan HET LPG 3 kg. Namun, penetapan untuk kabupaten setempat belum dilakukan karena masih menunggu usulan HET agar bisa segera dilakukan penandatanganan.

Paling tidak, kata Rianti, dengan adanya penetapan HET ini bisa menjadi acuan bagi pangkalan untuk penjualan LPG 3 kg atau gas melon di daerah setempat yang mencakup delapan kecamatan.

Selain itu, penetapan HET juga menjadi dasar bagi tim terpadu untuk menertibkan pangkalan-pangkalan yang berani menaikan harga jual dari apa yang sudah disepakati bersama.

Disperindagkop dan UMKM setempat, beber Rianti, sudah berupaya mempertanyakan masalah tersebut kepada pemerintah provinsi tetapi berbagai alasan diterima. Dari alasan terjadi perombakan kabinet di pemerintah provinsi dan informasi terakhir, surat usulan masih di meja gubernur.

Dalam usulan penetapan HET LPG untuk 2018 itu, terang Rianti, harga ecaran tertinggi tidak melebihi dari dua daerah terdekat, yakni Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas.

Dengan rincian harga dasar LPG tingkat agen radius 60 km dari SPBG yang tetap Rp12.750, perbedaan masing-masing kecamatan hanya dipengaruhi pada ongkos angkut sampai pangkalan dan margin pangkalan.

“Untuk usulan HET tahun 2019 akan dilaksanakan rapat bulan Januari mendatang yang melibatkan Pertamina, Agen, Pangkalan dan pihak terkait lainnya,” kata Rianti.

Berikut usulan HET LPG 3 kg atau gas melon tahun 2018 bersubsidi yang sampai saat ini masih
menunggu penandatanganan gubernur Kalteng untuk delapan kecamatan:
1. Kecamatan Banama Tingang HET LPG Rp19.000
2. Kecamatan Kahayan Tengah Rp17.500
3. Kecamatan Jabiren Raya Rp17.500
4. Kecamatan Maliku Rp18.000
5. Kecamatan Kahayan Hilir Rp17.500
6. Kecamatan Pandih Batu Rp18.500
7. Kecamatan Kahayan Kuala Rp19.000
8. Kecamatan Sebangau Kuala Rp19.500. (adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *