in

Sofyan Djalil : Lahan Garam Kupang akan Dipeta Ulang

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil.

Businesstoday.id, Jakarta  РKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan memetakan ulang lahan garam seluas 225 hektare di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum dikelola PT Garam (Persero), kata Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil.

“Tadi kita sudah putuskan bahwa lahan itu akan dipeta ulang, akan dilakukan identifikasi dan pengembalian batas,”ujarnya di Kementerian Koordinator Maritim Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Sofyan menjelaskan lahan garam seluas 225 hektare di Kabupaten Kupang itu belum berstatus bebas dan bersih (free and clear) karena tadinya menjadi hak guna usaha (HGU) empat perusahaan, serta selama lebih dari 25 tahun tidak diolah atau ditelantarkan.

“Kita batalkan. Kita asumsikan bahwa itu bersih karena tidak diapa-apakan. Ternyata, selama 30 tahun itu keluar sertifikat dan lainnya, makanya kita harus cari tahu dulu di lapangan,” kata Sofyan, terkait HGU lahan setempat.

Ia mengatakan, jika nantinya lahan tersebut telah berubah status menjadi “bersih”, maka pemerintah akan dapat memberikan hak pengelolaan (HPL) kepada pemerintah daerah setempat untuk kemudian memberikan hak guna bangun (HGB).

“Kalau tanah itu ada orang yang sudah menguasai sah, bisa kerja sama dengan PT Garam. Yang paling penting harus kerja sama dengan PT Garam,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan masalah lahan garam bisa selesai pekan ini.

“Garam masih kita finalisasi masalah tanahnya. Ada sedikit isu mengenai kepemilikan tanah. Menteri Sofyan sedang selesaikan dengan kanwil dan bupati. Mudah-mudahan bisa selesai minggu ini,” katanya.

Ia berharap masalah tanah itu bisa segera rampung terlebih pihak yang telah memperoleh HGU sebelumnya justru menelantarkan lahan tersebut.

“HGU kan sudah lama ya. Masak mau dibiarkan begitu saja. Nah, masalah sengketa tanah ini akan diselesaikan,” katanya.

PT Garam mendapat lahan seluas 225 hektare lahan di NTT yang terdiri atas 75 hektare lahan di Desa Bipolo dan 150 hektare di Desa Nunkurus.

Selain itu, PT Garam juga memiliki lahan garam eksisting di 304 hektare di NTT. (ntt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *