in

SDM Revolusi Industri 4.0 Siap Bersaing

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyalami lulusan Tsinghua University di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Businesstoday.id, Jakarta – Sebanyak 27 orang yang mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan bertajuk Co-Class: The Fourth Industrial Revolution System Transformation (FIRST) di Universitas Tsinghua, China, diharapkan siap bersaing di era digital.

“Diklat yang melibatkan SDM terbaik dari sektor pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil ini dapat menghasilkan pola pikir dan mentalitas yang dibutuhkan dalam era Revolusi Industri 4.0 (4IR),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Pola pikir yang dibutuhkan yaitu pola pikir dan mentalitas yang siap bersaing dalam era digital, inovatif dalam memanfaatkan peluang, responsif dalam menerima perubahan, dan mampu berkolaborasi dan bekerja sama dalam ekosistem yang saling mendukung.

Menurut Airlangga, kombinasi dari pola pikir yang baru, pengetahuan atas teknologi digital, dan sikap kepemimpinan yang baik dalam era digital merupakan kunci yang diperlukan oleh SDM di era 4IR.

“Saya berharap kepada para peserta kegiatan Co-Class FIRST agar pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini dapat disampaikan secara luas kepada rekan kerja sehingga dapat membentuk sebuah ekosistem yang baik dan kuat dalam mengimplementasikan 4IR,” papar Airlangga.

Menperin berharap kegiatan serupa dapat diimplementasikan dalam skala nasional untuk mendukung kesuksesan 4IR di Indonesia.

Co-Class adalah program pendidikan kepemimpinan profesional bersama oleh Yayasan United in Diversity berkolaborasi dengan Tsinghua University, dan Institut Teknologi Bandung, menawarkan pengalaman belajar yang unik.

Caranya yakni memungkinkan para pemimpin sistem dari tiga pilar (Bisnis, Pemerintah, dan Masyarakat Sipil) untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan pada abad ke-21 dan mengajak mereka untuk mengeksplorasi secara kolektif dalam mencipatakan apa yang kita sebut sebagai “Solusi Berorientasi pada Keberlanjutan”.

Kegiatan ini telah diikuti oleh 27 orang peserta, di mana 14 orang diantaranya dari aparatur pemerintah (3 orang dari Kemenperin), 6 orang dari akademisi, dan 7 orang dari pelaku industri.

Kegitan berlangsung sejak tanggal 2 April melalui Orientation Workshop, hingga 3 Desember 2018 Final Workshop. Adapun proses pembelajaran dilalui melalui kegiatan workshop secara langsung tatap muka dan beberapa kegiatan yang bersifat remote.

Diantara kegiatan tersebut, para peserta berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung melihat bagaimana proses inkubasi bisnis di Universitas Tsinghua dan mendapatkan materi dari beberapa narasumber internasional terkait Mental Model, U theory, System Thinking maupun Human Literacy. (spg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *