in

Sambut Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Petungkriono Berbenah

Pariwisata Petungkriono Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai membenahi beberapa fasilitas objek wisata untuk menyambut wisatawan.

Businesstoday.id, Pekalongan – Para pegiat pariwisata Petungkriono Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai membenahi beberapa fasilitas objek wisata untuk menyambut wisatawan pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Pegiat Obyek Wisata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rojiin di Pekalongan, Kamis (13/12/2018), mengatakan bahwa fasilitas di objek wisata Petungkriyono dikelola oleh warga setempat sehingga mereka berupaya bagaimana caranya agar potensi pariwisata di daerahnya diminati oleh para pengunjung.

“Pembenahan fasilitas objek wisata tersebut diharapankan akan memudahkan pengunjung dan membuat nyaman para pengunjung saat berwisata di wilayah Kecamatan Petungkriono,” katanya.

Beberapa fasilitas yang akan dibenahi itu, kata dia, antara lain kondisi toilet, tempat parkir, tempat istirahat, hingga infrastruktur jalan agar aman dan nyaman dilewati oleh para wisatawan.

“Adapun bagi wisatawan yang akan menikmati arung jeram, kami juga menyiapkan alat pelampung secara gratis. Selain itu, kami juga telah menyiapkan 30 unit angkutan Gunung Pariwisata atau Anggun Paris yang siap menjemput wisatawan dari Doro menuju Petungkriono,” katanya.

Ia mengatakan sejumlah objek wisata di Petungkriyono masih menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berwisata karena selain mudah dijangkau kendaraan menuju ke lokasi juga kondisi alamnya masih alami dan sejuk.

“Rata-rata tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Petungkriono mencapai 2.700 orang per bulan. Oleh karena itu, kami memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 akan meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan sejumlah objek wisata andalan di Petungkriono antara lain wisata gunung, curug Bajing, Curug Lawe, Curug Muncar, Karang Sriti, Welo River, rumah kayu.

“Selain itu, di objek wisata Petungkriono ini, para wisatawan dapat melihat satwa primata owa jawa yang kini sudah mulai langka. Satwa langka ini bahkan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya. (kut)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *