in

Rudiantara Targetkan Satu Unicorn Baru/Tahun Via The Next Indonesia Unicorn

Businesstoday.id, Jakarta – Tempo Media Group bekerja sama dengan Indosat Ooredoo mengadakan acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 pada hari ini, Kamis, 16 November 2017. Acara diskusi bertema “Ekonomi Digital” ini berlangsung di auditorium gedung pusat Indosat Ooredoo, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.

“Inovasi digital berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan”

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memfokuskan Strategi untuk Dukung Visi Pertumbuhan Ekonomi Digital 2020. Di sepanjang tahun 2017 diisi dengan berbagai momentum pemberi sentimen positif bagi ekonomi Indonesia.

Membaiknya peringkat layak investasi, penguatan IHSG, respon positif akan tax amnesty, menggeliatnya usaha digital dan telekomunikasi sampai harga komoditas unggulan Indonesia yang terlihat semakin pulih.

Beberapa hal tersebut meningkatkan optimisme Indonesia untuk menatap ekonomi di 2018. Asumsi pertumbuhan ekonomi dicanangkan di angka 5,4%. Memang menantang tetapi banyak pihak melihat angka ini feasible tercapai.

Dari beberapa potensi ekonomi yang ada, salah satu yang menonjol adalah ekonomi digital. Pada Agustus 2017, peta perjalanan e-commerce dikeluarkan melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIV.

Potensi inilah yang mendorong Indosat Ooredoo bekerja sama dengan TEMPO menyelenggarakan Digital Economic Briefing dengan mengangkat tema “Menuju Visi 2020: Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital di 2018”.

Penyelenggaraan Indosat Ooredoo Tempo Economic Digital Briefing ini merupakan bagian dari komitmen Indosat Ooredoo pada ulang tahunnya yang ke-50, untuk terus mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat ekonomi digital Indonesia.

Untuk mendorong Ekonomi Digital, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyederhanakan regulasi.

“Cara Kominfo untuk mendorong itu (ekonomi digital): the best regulation is less regulation,” katanya saat menjadi pembicara pada acara Digital Economic Briefing 2017 di Head Office Indosat Ooredo, Jakarta, Rabu,15 November 2017.

Lebih lanjut, kata Rudiantara, langkah Kemenkominfo untuk mendorong ekonomi digital, termasuk startup, salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan pihaknya adalah startup yang menjalankan usaha tidak perlu meminta izin. “Penyelenggara sistem elektronik PSE cukup melaporkan atau registrasi, tidak perlu izin,” ujarnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, menurut Rudiantara, perlu memberikan ruang inovasi seluas-luasnya kepada generasi muda. “Kepada siapa pun yang mau memanfaatkan perubahan-perubahan, perubahan proses bisnis cara baru dengan menggunakan teknologi,” ucapnya.

Rudiantara menyebutkan, secara makro, ekonomi Indonesia saat ini sudah berpindah dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis jasa. Beberapa jasa yang ada saat ini di antaranya e-commerce atau ekonomi digital serta retail online.

“Padahal regulasinya mayoritas masih regulasi ekonomi berbasis komoditas. Ketika saya datang ke universitas – universitas, yang saya lebih sukai adalah ketika penerimaan mahasiswa baru, karena para mahasiswa baru sangat antusias dan bersemangat. Mindsetnya harus berubah, bukan bagaimana lolos interview melamar kerja masuk perusahan – perusahaan, tapi bagaimana agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga menumbuhkan semangat untuk menjadi the next unicorn Indonesia. We gotta crack our mind. Abang – abang ojek online, mas mba driver online bak pahlawan fiskal. Mereka (500.000an) immediately bisa menjadi wajib pungut, penyumbang pajak penghasilan bagi negara. Hal seperti yang sehatusnya diberikan insentif, bukan sekedar reward. Ini yang banyak,” tuturnya.

Chief RA juga menyatakan bahwa untuk mendorong industri ekonomi digital lebih maju, sedikitnya ada tujuh fokus regulasi yang tengah digodok. Ketujuh regulasi itu meliputi pengembangan sumber daya manusia, cara mendanai startup, perpajakan, logistik, dan perlindungan konsumen. Selain itu, regulasi lainnya terkait dengan cyber security dan infrastruktur industri informasi, komunikasi, dan teknologi.

Adanya target Visi 2020 yang tinggi bagi pertumbuhan ekonomi digital, 1000 Startup dengan valuasi bisnis 10 miliar dolar AS, pertumbuhan 50 e-commerce per tahun dan nilai transaksi 130 miliar dolar AS. Target ini memerlukan effort yang lebih di tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya pada e-commerce tetapi juga aplikasi dan mode digital lainnya seperti jasa keuangan dan game.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi mengatakan, “Kami bangga bisa mendukung dan menjadi bagian dari visi ekonomi digital Indonesia 2020. Kami terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi digital serta berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Kami juga mendorong upaya pemerataan akses digital dan menjembatani literasi digital ke berbagai wilayah di Indonesia. Komitmen kami mendukung program yang sudah dilakukan oleh pemerintah seperti USO, Palapa Ring dan kebijakan percepatan Ekonomi Paket 14 untuk digital ekonomi.

Usaha untuk mencapai Visi 2020 dan juga target di tahun 2018 dibahas dalam dua sesi Digital Economic Briefing 2017 yang berlangsung hari ini. Dalam dua sesi Digital Economic Briefing 2017 kali ini, tema yang diangkat adalah “Kondisi Existing Ekonomi Digital vs Visi 2020 dan Rencana Aksi Serta Skema Kolaborasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekspoensial Ekonomi Digital 2018” dan “Pengalaman Para Pemimpin dan Pebisnis Selama Membangun dan Memimpin Perusahaannya: Problematika, Cara Menghadapinya, dan Tantangan di Era Digital”.

Dalam menuju visi 2020, perlu dilihat dan diketahui rencana aksi yang lebih detail dari pemerintah supaya pertumbuhan eksponensial bisa dimulai di tahun 2018. Dibahas juga peluang dan tantangan ekonomi digital di tahun 2018 dengan mengacu pada kondisi terakhir 2017 dari sisi pemerintah dan pengusaha. Serta peluang untuk kolaborasi dari pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi untuk saling melengkapi demi mensukseskan pertumbuhan eksponensial ekonomi digital.

Diharapkan para pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, daerah, Badan Usaha Milik Negara, maupun swasta bisa bersama dalam forum briefing ini untuk mencari bertukar pandangan dan peluang berkolaborasi untuk dapat mencapai target ekonomi digital Indonesia di tahun 2018.

Digital Economic Briefing 2017 menghadirkan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Triawan Munaf Kepala Badan Ekonomi Kreatif, dan Joy Wahjudi, President Director & CEO Indosat Ooredoo. (nwi)