in

PT Jiwasraya Masih Gagal Bayar Klaim Rp802 M?

PT Asuransi Jiwasraya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di sektor asuransi.

Businesstoday.id, Jakarta – Penundaan pembayaran klaim produk JS Proteksi Plan milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menimbulkan kekecewaan para nasabahnya.

Penundaan pembayaran dilakukan untuk 711 polis produk bancassurance senilai Rp802 miliar. Kesalahan investasi diduga menjadi penyebab sulitnya likuiditas perusahaan, sehingga bisa gagal membayarkan polis.

Ada tujuh bank yang memasarkan produk bancassurance Jiwasraya JS Proteksi Plan yang diterbitkan lima tahun lalu. Ketujuh bank tersebut adalah Bank Tabungan Negara (BTN), Standard Chartered, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Kami sebagai perusahaan BUMN bersama pemegang saham sedang mengupayakan pendanaan untuk memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis,” seperti dikutip dalam salinan surat Jiwasraya kepada salah satu bank yang memasarkan JS Proteksi Plan pada 10 Oktober 2018 lalu.

Salah satu cara yang dilakukan perusahaan asuransi plat merah untuk melunasi utang polisnya, perseroan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp500 miliar yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban.

Efek utang yang akan jatuh tempo pada Agustus 2020 tersebut baru dicatatkan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, pada akhir bulan Mei 2019 kemarin dengan kupon 11,25% per tahun.

Bertindak sebagai agen pemantau adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan sebagai pengatur penerbitan (arranger) PT Danareksa Sekuritas. Demikian, seperti dikutip Inilah.com. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *