in

Besar, Potensi Hilang Pendapatan Sektor Ritel di Jatim Capai Rp 11 Triliun

Staf Ahli Dewan Pimpinan Pusat Aprindo, Abraham Ibnu. (Foto: Kabarsurabaya.com)

Businesstoday.id, Surabaya – Staf Ahli Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) Abraham Ibnu mengatakan potensi loss of sales untuk industri ritel yang terintegrasi dengan Mal di Jatim mencapai Rp11 triliun, hal itu kalau pandemi COVID-19 terjadi selama tiga bulan ke depan.

“Hal ini karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat, sehingga terjadi potensi loss of sales yang cukup besar. Dan kalau terjadi dalam tiga bulan, potensi pendapatan yang hilang pada ritel di Surabaya mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Dan di seluruh Jatim bisa mencapai Rp 1 triliun,” kata Abraham dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Ia mengatakan, secara persentase untuk ritel yang terintegrasi dengan mal, penurunannya sekitar 40 persen hingga 60 persen.

“Memang sebagian besar kinerja industri ritel di Tanah Air dipastikan turun sepanjang bulan ini, karena merebaknya Corona,” katanya.

Sehingga, kata dia, seluruh masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan meminimalisir bepergian, termasuk ke mal atau pusat perbelanjaan.

“Untuk kinerja industri ritel yang berdiri sendiri atau tanpa ikut dalam mal juga turun sebesar 10 sampai 15 persen, dan semua mengakui ada potensi pendapatan yang hilang akibat COVID-19,” katanya.

Ia memperkirakan, penurunan yang sangat signifikan dari realisasi rata-rata penjualan seluruh ritel di Surabaya mencapai Rp646 miliar per bulan, dan ini terjadi setelah pengumuman masuknya COVID-19 di Indonesia. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *