in

Perbankan Indonesia Harus Adaptasi dengan Ekonomi Digital

Businesstoday.id, Jakarta – Saat ini Indonesia berada pada posisi keempat dalam bidang ekonomi di ASEAN. Oleh karena itu, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Indonesia harus bergerak lebih maju.

“Maka dari itu, Indonesia harus berkompetisi dengan negara lain agar tidak tertinggal,” katanya saat memberikan Keynote pada penyelenggaraan The SecondJakarta International Competition Forum (2JICF) di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Kompetisi di bidang keuangan, menurut Menteri Kominfo dapat dilakukan oleh perbankan Indonesia dengan beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.

BACA JUGA : Berita dan informasi lainnya, seputar dunia bisnis keuangan dan moneter, di sini.

“Sistem bank yang ada di Indonesia sebaiknya mencontoh sistem keuangan perusahaan e-Commerce Indonesia yaitu Go-Jek, sesuai dengan perkembangan ekonomi digital saat ini sehingga perekonomian di Indonesia dapat lebih berkembang,” katanya.

Menteri Kominfo menyatakan untuk memajukan perekonomian di Indonesia dan mendukung inovasi generasi muda, ada 7 isu utama dalam dunia digital economy yang m menjadi perhatian Kementerian Kominfo.

“Tujuh isu utama yang harus kita perhatikan untuk memajukan perekonomian di Indonesia pertama Human Capital, yang kedua funding start-up, ketigaTaxation, keempat cyber security, kelima ICT infrastructure, keenam consumer protection, dan yang ketujuh logistic,” paparnya.

Pada kesempatan ini Menteri Rudiantara menjelaskan pembangunan Palapa Ring yang dilakukan pemerintah Indonesia ber tujuan mendukung kelancaran proses pemajuan start-up di Indonesia.

“Bagaimana kita bisa menghubungkan semuanya di Indonesia, mulai dari rakyat, instansi seperti rumah sakit, sekolah, sampai perusahaan, hal itu dapat diwujudkan dengan dibangunnya Palapa Ring, dengan begitu, semua bisa terkoneksi satu dengan yang lain,” terangnya.

Kegiatan 2JICF digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membangun komunikasi antar pemangku kebijakan yang memiliki konsentrasi sama dalam penegakan hukum persaingan usaha, terutama ketika memasuki era ekonomi digital.

Kegiatan bertema Disruptive Innovation, Competition Policy & Challenges to Emerging Markets itu menghadirkan narasumber antara lain CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim, CCS Singapura Ng Ee Kia, Mckinsey India Toshan Tamhane, Hassan Qaqaya dari Melbourne University, dan beberapa stakeholders lainnya. (nwi)