in

Penyerapan APBN Kemenhub Masih Rendah, Ini Tanggapan Menhub Budi Karya

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 baru mencapai 69,30 persen per 12 November 2019.

“Progres penyerapan anggaran mencapai 69,30 persen atau Rp30,7 triliun,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja dengan Komisi V di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Adapun, rincian serapan anggaran di setiap sektor, di antaranya Sekretariat Jenderal 70,02 persen (Rp504,32 miliar), Inspektorat Jenderal 83,67 persen (Rp92,23 miliar), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 71,18 persen (Rp2,8 triliun), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 67,90 persen (Rp7,05 triliun), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara 70,96 persen (Rp5,2 triliun), Direktorat Jenderal Perkeretaapian 67,51 persen (Rp11,9 triliun), Badan Penelitian dan Pengembangan 80,62 persen (Rp116,37 miliar), Badan Pengembangan SDM Perhubungan 74,47 persen (Rp2,8 triliun) dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek 87,59 persen (Rp148,02 triliun).

Namun, Menhub Budi Katya mengaku optimistis bisa menyerap anggaran 90,3 persen hingga 31 Desember 2019.

“Kami berharap dengan terus berusaha sampai 31 Desember bisa 90,3 persen, dengan pertimbangan masih terdapat optioning contract akan terbayar Rp6,8 triliun dalam dua bulan ini belanja operasional Rp2,8 triliun,” katanya.

Ia menuturkan upaya yang dilakukan untuk mempercepat penyerapan anggaran di antaranya memastikan data-data pada proses pekerjaan, mengamati proses pencairan dana, dan membuat rencana kegiatan dan mengevaluasi penarikan dana secara intensif.

Total pagu anggaran Kemenhub 2019 yakni Rp44,3 triliun yang terdiri dari rupiah murni Rp26,7 triliun, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp9,6 triliun, Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) Rp4,2 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp3,6 triliun.

“Realisasi anggaran pagu 2019 yang ditetapkan Rp41,5 triliun dalam proses berjalan ada perubahan jadi total Rp44,3 triliun,” katanya. (jtr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *