in

Penyalur TKI, Bareskrim Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus TPPO WNI ABK

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo. (Foto: Humas Polri)

Businesstoday.id, Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait eksploitasi anak buah kapal (ABK) yang berkerja di Kapal Long Xing 629.

Para tersangka merupakan para agen yang memberangkatkan para ABK tersebut. Ketiga tersangka yakni, W dari PT APJ, F dari PT LPB dan J dari PT SMG.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo menjelaskan, kasus ini berawal dari viralnya video di media sosial terkait pelarungan jenazah ABK asal Indonesia di kapal pencari ikan di suatu negara.

“Dari situ Bareskrim Polri kemudian membuat laporan terkait dengan informasi yang muncul di sosial media tersebut. Dari situ kita bergerak melakukan beberapa kegiatan penyelidikan yaitu melakukan interview terhadap 14 orang ABK yang sudah kembali ke Indonesia,” kata dia dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2020).

Petugas pun mulai melakukan pemeriksaan terkait dokumen- dokumen ke-14 ABK tersebut. Termasuk berkordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait dokumen- dokumen tersebut.

Menurut dia, setelah melakukan gelar perkara, petugas menemukan adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh perorangan ataupun korporasi. Para agen tersebut diduga memberangkatkan para ABK tidak sesuai dengan prosedur.

“Dari tiga tersangka tersebut, kita lakukan pemeriksaan, kemudian kita tetapkan tersangka dan kita lalukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri,” ujar dia.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan sebenarnya ada 22 ABK yang diberangkatkan di Kapal Long Xing 629. Dari 22 ABK ini, 14 telah kembali ke Indonesia.

“Empat meninggal dunia, kemudian ada empat lagi yang masih hidup tapi dua masih berlayar di Long Xing 630 dan dua lagi sudah kembali ke daerah asal tanpa diketahui. Dan sekarang kami berkordinasi dengan LPSK untuk mencoba mencari yang bersangkutan,” jelas dia.

Dari 22 ABK, tersangka W dari PT APJ merekrut 8 ABK dengan rincian lima sudah kembali ke Indonesia, dua telah pulang lebih dulu dan satu orang meninggal dunia. Untuk tersangka J dari PT SMG merekrut enam ABK dengan rincian lima ABK sudah kembali, dan satu orang masih berlayar.

Sedangkan tersangka F dari PT LPB merekrut lima ABK dengan rincian empat orang sudah kembali dan satu ABK meninggal dunia. Dari hasil penyelidikan, ada sebagian dari mereka yang sama sekali belum menerima gaji.

Sedangkan sebagian ABK lainnya menerima gaji, tetapi tidak sesuai dengan angka yang disebutkan dalam kontrak yang telah ditandatangani.

Akibat perbuatanya, ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 4 UU 21 tahun 2007 terkait TPPO. (inf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *