in

Reza Hidupkan Lagi Benyamin S

Reza Rahardian sebagai Pengki yang menghidupkan kembali Benyamin S

BUSINESSTODAY, Depok: “Dasar sial, pulang-pulang nginjek gituan…,” begitu lirik Nonton Bioskop yang populer dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Benyamin Sueb.

Tadi malam, (Ahad, 25 Februari 2018), kenangan Nadi Sanding, 84, kembali menyeruak saat nonton film Benyamin Biang Kerok di XXI Depok Plaza bersama anak dan cucunya. Lagu yang sangat disukainya itu dinyanyikan oleh Reza Rahardian, pemeran Pengki dalam film itu.

Kakek 17 cucu itu menonton film sekeluarga dengan 4 generasi. Ia bersama anaknya yang berusia 53 tahun, dua orang cucunya, Corry, 25, dan Kensunafa, 10. Pria gaek mengaku sudah lebih dari 15 tahun tak nonton di bioskop, namun setelah tahu ada film Benyamin Biang Kerok dari koran dia sangat antusias.

Komentarnya tak disangka-sangka: “Jadi kangen babe Benyamin dan ingat lagu-lagu di film itu meskipun gayanya berbeda,” katanya dengan logat Betawi yang kental.

Corry menilai film ini tidak hanya akan mendekatkan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga dipadukan dengan unsur sosial, politik, dan budaya Betawi yang juga melekat dalam film Benyamin S. Baginya, pilihan tokoh sangat pas dan menjadi idola bagi generasinya.

Kensu, yang masih duduk di kelas 5 SD, sangat menikmati dan tak berkedip lalu terbahak. Ia sangat terkesan berjumpa dengan Reza, Aida, Aci Resti dan Azis Doaibu, yang muncul spontan di bioskop. Esok ia pun tak putus bercerita kepada teman-temannya di sekolah maupun tetangga.

46 TAHUN LALU

Benyamin Biang Kerok adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1972 dengan disutradarai oleh Nawi Ismail. Film ini, 46 tahun lalu, dibintangi antara lain oleh Benyamin S dan Ida Royani. Ketika dirilis pada awal 1972, keluarga Nadi menonton film besutan sutradara Nawi Ismail itu di bioskop Swimbath–lidah Betawi menyebutnya sembat– di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan.

Engkong Nadi, begitu ia akrab dipanggil, masih ingat gaya Benyamin yang menjadi si Pengki. Pengki adalah sosok yang selalu mengerjai majikannya, Johan, istrinya dan mertuanya. Dengan licik ia menjual bensin mobil, berlagak jadi tuan besar dengan mobil tuannya dan merayu gadis-gadis cantik.

Ia selalu lolos dari ulahnya yang merugikan orang lain itu. Namun riwayatnya tamat saat dua gadis cantik yang dikencaninya sama-sama datang ke rumah majikannya yang diaku sebagai rumahnya sendiri. Padahal Pengki hanya sopir. Ia pun dipecat, meski tetap sambil mengejek.

SILAT BETAWI

Kini, Pengki kembali hadir melalui Reza. Di film ini Meriam Bellina tampil prima sebagai emaknya Reza. Penampilan Rano Karno, sebagai Sabeni di akhir film menunjukkan kebolehannya maen pukulan khas Betawi berupa silat jingkrik.

Komedian Azis Doa Ibu dan Aci Resti menambah kocaknya jalan cerita. Tak berlebihan jika Delia dikatakan mampu mengimbangi akting Reza.

Reza mengaku senang ketika dirinya dipercaya menjadi Pengki dalam film Benyamin Biang Kerok. Sebab sudah sejak lama ia ingin bermain dalam sebuah film yang menuntutnya tak hanya piawai berakting, namun juga pandai bernyanyi.

Adegan film diawali Pengki yang mengigau dalam tidurnya. Ia kemudian dibangunkan oleh emaknya. Adegan kemudian berganti dengan penampilan Reza menyanyikan lagu Ondel-ondel sembari menari. Soal menyanyi ini, Reza tampak paling pas ketika melantunkan Nonton Bioskop di akhir cerita.

Reza menyanyi dengan suaranya sendiri, namun dibuat menyerupai suara khas Benyamin yang telah wafat 22 tahun silam, boleh jadi kenangan orang-orang tua seperti engkong Nadi akan masa mudanya kembali menyeruak.

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya di bilangan Lenteng Agung Timur, ia kembali berdendang menirukan Benyamin, eh Reza… “Aduh emak asyiknya, nonton dua-duaan, kayak nyonya dan tuan di gedongan….”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *