in

Panen Raya, Petani Keluhkan Turunnya Harga Cabai

Hargan cabai berangsur turun hingga kini menjadi Rp 10 ribu perkilogram.

Businesstoday.id, Gresik – Pasokan lombok atau cabai rawit yang melimpah karena panen membuat harganya jatuh. Di tingkat petani, harga lombok turun hingga Rp 10 ribu perkilogram. Anjloknya harga ini dikeluhkan sejumlah petani di Kecamatan Ujung Pangkah.

Penurunan harga cabai terjadi sejak sepekan terakhir. Sebelum lebaran lalu, harganya masih sempat bertahan di level Rp 15 ribu perkilogram. Namun usai lebaran, harganya berangsur turun hingga kini menjadi Rp 10 ribu perkilogram.

Menurut Ahmad Zamroni, 38, petani cabai Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujung Pangkah mengaku, turunnya harga cabai saat ini karena bulan Juni memasuki panen raya. Seluruh petani cabai panen bersamaan, termasuk di sejumlah daerah lainnya.

Panen raya ini, kata Ahmad, membuat stok cabai melimpah dan harganya turun. “Sekarang di tingkat petani hanya 10 ribu per kilogram, pernah 7 ribu perkilogram,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Saifuil, petani cabai di Kecamatan Ujung Pangkah. Menurutnya panen kali ini petani cabai tidak mendapatkan untung. Selain harga cabai yang anjlok, juga terdapat penyakit yang membuat cabai cepat membusuk. “Sekarang tidak ada untung panen cabai,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan di beberapa pasar di Kota Gresik, harga cabai turun. Harga cabai rawit dari Rp 16.429 per kilogram menjadi 15.571 perkilogram. Sedangkan cabai besar dari Rp 37 ribu menjadi Rp 34 ribu atau turun Rp 2 ribu.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik, Agus Budiono disebabkan stok cabai yang melimpah membuat harga cabai menjadi anjlok.

Dikatakan, harga cabai yang anjlok bisa diatasi asalkan petani mau menjual sendiri tanpa melalui tengkulak sehingga harga bisa naik. “Sebenarnya kalau petani mau menjual sendiri cabainya bisa naik harganya,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *