in

Ngurah Swajaya: Ada Soto di FHA 2018

Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya (ketiga dari kiri)

BUSINESSTODAY, Singapura: Pameran Food and Hotel Asia (FHA) 2018 yang berlangsung pada 24-27 April 2018 di Singapore Expo, Singapura, kali ini terbilang unik. Beberapa kreasi baru dari starts up industri makanan olahan pun ditampilkan.

Produk yang disuguhkan peserta Indonesia terdiri dari aneka makanan olahan, bahan makanan dan produk jasa lainnya, termasuk makanan siap saji seperti aneka soto, teh dan kopi. Uniknya, paviliun Indonesia

FHA merupakan pameran dua tahunan yang menampilkan produk food dan hospitality untuk produk industri perhotelan dan jasa lainnya di kawasan Asia.

Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya mengunjungi pavilion Indonesia mengatakan bahwa FHA tahun ini diselenggarakan di Suntec dan Singapore Expo yang memiliki luas area pameran sebesar 119,500 m² diikuti oleh 4.000 peserta dari 100 negara dengan 77 paviliun.

PRODUK UNGGULAN

Sebagai upaya untuk meningkatkan Diplomasi Ekonomi, khususnya ekspor produk nonmigas, KBRI Singapura bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Perdagangan menghadirkan Pavilion Indonesia dengan total luas 700 m2 dengan membawa 52 peserta pameran yang menampilkan produk unggulan Indonesia.

Dubes Ngurah mengatakan bahwa pavilion didesain secara khusus dengan menunjukkan karakter Indonesia dan kekuatan sebagai negara produsen makanan dan minuman yang berkualitas.

Keikutsertaan Indonesia pada FHA 2018 ini merupakan partisipasi rutin yang diikuti KBRI dan kali ini sebagian peserta berada dalam satu paviliun Indonesia berdampingan dengan berbagai paviliun negara besar lainnya. Transaksi tahun ini diperkirakan lebih besar dari tahun sebelumnya yaitu sebesar US$1 juta.

Dubes Ngurah juga mengapresiasi sinergi yang dilakukan Kementerian Perdagangan, Bekraf dan KBRI untuk bersama-sama memanfaatkan pameran pameran internasional seperti FHA 2018 sebagai ajang promosi citra Indonesia sekaligus untuk meningkatkan ekspor nonmigas, khususnya produk makanan olahan dan industri jasa lainnya.

Ia berharap agar peserta pameran dapat memanfaatkan FHA sebagai pameran terbesar di Asia sebagai ajang untuk menembus pasar mancanegara baik yang potensial maupun yang non tradisional untuk pengembangan industri makanan olahan yang terus berkembang di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *