in

Mentan SYL: Perlu Komitmen Bersama dalam Pengendalian AMR

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. /Instagram.com/@syasinlimpo.

BUSINESS TODAY – Ancaman resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) diprediksi akan menjadi pembunuh nomor satu di dunia pada 2050.

Pada laporan yang dirilis oleh Global Review pada 2016 itu, tingkat kematian disebut akan mencapai 10 juta jiwa per tahun.

“Prediksi tadi dapat terjadi apabila tidak ada upaya konkret dalam pengendalian penggunaan antimikroba.”

“Oleh karena itu, perlu upaya bersama merealisasikan resolusi global yang diterjemahkan ke dalam Rencana Aksi Global dan Rencana Aksi Nasional dalam pengendalian AMR,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

Saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Acara Puncak Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia Tahun 2021 di Indonesia, yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu, 24 November 2021..

Kondisi AMR mengacu pada keadaan saat bakteri, virus, jamur, dan parasite mengalami perubahan seiring dengan waktu sehingga tidak lagi merespon obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mikroba-mikroba tersebut.

Kondisi ini terjadi karena antimikroba diberikan dengan dosis dan indikasi yang tidak tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *