in

Kiprah Prita, Notaris di Pentas Dunia

Prita Miranti Suyudi

Prita Miranti Suyudi, sangat antusias jika berbicara bisnis. Si cantik kelahiran Jakarta, 23 November 1979, ini kini bermukim di Bali, jadi berbisnis sambil liburan setiap hari. Jebolan magister kenotariatan UI 2004 dan Sarjana Hukum UGM 2002, ini tengah sibuk mempersiapkan kongres notaris internasional.

Makanya di tengah kesibukannya untuk urusan bisnis, ia kini makin repot lantaran bertugas sebagai anggota Komisi Tema dan Kongres (Commission of Theme and Congress), Ikatan Notaris Dunia UINL (International Union of Notaries).

Kini Prita naik, kelas karena sebelumnya ia sekretaris Komisi Asia (Asian Commission) UINL 2016-2017.

Untuk urusan nasional, ibu dua anak ini – Aliya dan Baariq – menangani bidang hubungan luar negeri. Maklum, pengalaman kerjanya sebagai interpreter (juru bahasa terutama di bidang hukum), membuat ia dipercaya untuk urusan global.

Sepuluh tahun sebagai penyiar TVRI dan konsultan hukum Nindyo Pramono & Associates, membuat Prita makin fasih bicara bisnis dan kenotariatan.

KOMITMEN JOKOWI

Bergelut di dunia notaris, Prita punya kesan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo(Jokowi). Dalam seminar internasional yang bertemakan Peran Penting Notaris dalam Mewujudkan Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business) diikuti oleh 1.000 notaris, ia mendapat kehormatan untuk mendengarkan paparan dari Presiden Jokowi. “Presiden punya komitmen tinggi bagi notaris.”

Makanya, tahun depan ketika INI dipercaya untuk mengemban peran besar sebagai tuan rumah Kongres Dunia UINL 2019, ia deg-degan juga. Sebab, kongres UINL 2019 akan menjadi sejarah penting bagi UINL dan anggotanya, karena diadakan pertama kalinya di kawasan Asia.

Sejak dibentuknya organisasi pada 1948, pertemuan yang dilakukan sekali dalam waktu 3 tahun tersebut sebagian besar dilangsungkan di kawasan Eropa. Hal ini memiliki arti penting bagi perkembangan kenotariatan di Asia. “Perkembangan kenotariatan kini sudah bergeser dari yang semula eropasentris,” ujarnya bangga.

UINL adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan oleh 19 negara pada 1948 dan saat ini terdiri dari 87 negara anggota dengan sistem hukum civil-law. Organisasi ini bertujuan untuk mengedepankan, mengkoordinasikan dan mengembangkan fungsi dan kegiatan Notaris di dunia, dengan menjunjung tinggi kehormatan dan independensi dari notaris untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat umum.

Indonesia tentu saja sebagai anggota UINL yang tergabung di dalam Komisi Asia, salah satu dari berbagai Komisi yang ada di UINL.

Kongres UINL terakhir pada 2016, di Paris, Prancis. Agendanya adalah rapat berbagai komisi UINL dan kemudian pergantian pengurus UINL untuk periode 3 tahun berikutnya. Sedangkan diskusi yang kemudian dihadiri oleh seluruh anggota UINL selama dua hari berikutnya, membahas mengenai perkembangan teknologi di bidang kenotariatan, mengenai peran notaris dalam hubungan privat di dalam masyarakat, dan mengenai pewarisan di Uni Eropa.

Peran serta aktif INI di tingkat internasional selama 2 tahun terakhir meningkat pesat karena program yang dilaksanakan oleh hubungan luar negeri INI. Di setiap pertemuan dan kegiatan internasional, INI selalu hadir dan memberikan masukan serta turut mengarahkan program khususnya untuk kawasan Asia.

Di berbagai kesempatan yaitu di Vietnam, Perancis, Spanyol, Georgia, dan Mexico, INI selalu terwakili dengan baik. “Lebih dari itu, memberikan masukan dan pemikirannya dalam setiap rapat.”

Di Tblisi, Georgia, misalnya, INI memberi paparan mengenai berbagai aspek kenotariatan di enam negara anggota Komisi Asia dari UINL. Di Cancun, Mexico, ia menyampaikan beberapa hal tentang dukungan notaris terhadap rezim antipencucian uang di Indonesia.
Dalam setiap pertemun tersebut pula, HLN INI menyelenggarakan kunjungan studi bagi notaris Indonesia ke negara tersebut.

Ia mengadakan kunjungan ke universitas, mengadakan dialog dengan praktisi hukum terkait dengan fungsi dan tugas notaris.

PERLINDUNGAN NOTARIS

Salah satu kegiatan yang patut menjadi sorotan pada 2017 adalah penyelenggaraan rapat pleno Komisi Asia UINL dan Seminar Internasional INI pada 6-9 September 2017. Rapat pleno yang dihadiri oleh keenam anggota UINL yang tergabung di dalam Komisi Asia, diselenggarakan dengan sangat baik. Temanya Pengawasan dan Perlindungan Notaris.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi besar dari UINL. Itulah sebabnya pada rapat komisi dan dewan pengarah UINL di Cancun, Mexico, Indonesia dinyatakan dengan suara bulat sebagai tuan rumah 2019.

Sejak penentuan tersebut hingga pelaksanaan kongres, INI mulai bekerja mempersiapkan dengan matang. Ini dilakukan atas dasar kesadaran bahwa permasalahan kenotariatan yang menjadi tantangan bagi seluruh notaris civil-law telah menjadi permasalahan bersama. “Tidak lagi dibatasi oleh jurisdiksi sebuah negara.”

Pergerakan manusia yang begitu mudah antarkawasan, perdagangan tanpa batas, dinamika politik telah menyebabkan satu permasalahan menjadi permasalahan pula bagi kawasan lainnya. Kerjasama yang mendatangkan manfaat dan pengetahuan bagi anggota INI tidak hanya perlu dibangun di tingkat domestik, tetapi tidak kalah penting, di tingkat internasional terlebih ketika kesempatan menjalin kerjasama dan komunikasi tersebut terbuka lebar.

The 29th World Notary Congress UINL pada Oktober 2019 dan akan dihadiri oleh 200 orang anggota Dewan Umum, Komite Pengarah, dan Komisi-Komisi UINL. Mereka berdebat hangat dan pergantian pengurus UINL, serta sedikitnya 1.500 notaris dari berbagai negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *