in

Kemenperin Dorong Transformasi Rantai Pasok dan Logistik Digital

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono.

Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong transformasi rantai pasok dan logistik pada sektor industri menjadi berbasis teknologi digital seperti physical internet, IT standards, data analytics, cloud, blockchain, robotics, dan automation.

Hal tersebut bertujuan untuk mendukung efisiensi biaya logistik, penurunan biaya administrasi, dan mengeliminasi biaya memindahkan dokumen fisik lintas batas internasional.

“Transformasi logistik yang berbasis digital sangat diperlukan mengingat adanya tren sosial dan perubahan pola bisnis pada era digital,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono lewat keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Sigit menuturkan melalui transformasi manajemen rantai pasok dan logistik yang berbasis platform logistik 4.0 diproyeksikan mampu mendorong perubahan metode serta cara pertukaran data antarekosistem logistik menjadi lebih efisien.

“Jadi, yang sebelumnya menggunakan pertukaran data bilateral menjadi platform digital, sehingga akan meningkatkan keamanan dan kemudahan akses pada informasi end-to-end rantai pasok,” terangnya.

Logistik 4.0 juga dinilai meningkatkan kepastian atas keaslian dan imutabilitas dokumen digital, meningkatkan kolaborasi ekosistem dan kepercayaan alur kerja lintas organisasi.

“Tentunya, transformasi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia yang saat ini kurang lebih mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia yang saat ini masih berada di bawah negara Asia lainnya seperti Vietnam, India, dan China,” paparnya.

Meskipun, apabila dibandingkan dengan 2013, ada penurunan biaya logistik yang sebelumnya 25,7 persen.

Melalui transformasi platform logistik 4.0 ditargetkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia sebesar 13,5 persen dari PDB sektor industri dan khususnya meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia.

“Harapannya, dengan penurunan biaya logistik ini, maka daya saing kita akan meningkat,” ujar Sigit. (spg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *