in

Kemenperin Ciptakan Ekosistem Dukung Pengembangan Industri 4.0

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian memanfaatkan bonus demografi dengan menciptakan ekosistem untuk mendukung pengembangan industri 4.0.

“Pemerintah telah menetapkan 10 agenda prioritas Making Indonesia 4.0, salah satunya adalah penguatan kualitas SDM melalui redesain kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di era industri 4.0 serta program talent mobility untuk profesional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Dari pelaksanaan program pedidikan vokasi link and match SMK dengan industri, telah tersusun 34 program studi yang sesuai kebutuhan industri saat ini, di antaranya teknik kendaraan ringan, teknik mesin, dan instalasi listrik.

Selan itu, teknik pengelasan, kimia industri, kimia analisis, otomasi industri, konstruksi kapal baja, teknik alat berat, pengecoran logam, perbaikan bodi otomotif, serta kelistrikan kapal.

Selanjutnya, teknik pembuatan benang, pembuatan kain, penyempurnaan tekstil, produksi pakaian jadi atau garmen, teknik furnitur, gambar mesin, fabrikasi logam, kontrol proses, elektronika komunikasi, manajemen pergudangan, dan pelayanan produksi.

Kemenperin juga sedang memfasilitasi pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta dan pusat pelatihan bidang teknologi informasi (big data center and analytic) di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.

Selain itu, Kemenperin juga membangun pilot project mini plant industry 4.0 pada tiga Politeknik Kemenperin, yaitu Politeknik STTT Bandung, Politeknik ATI Makassar, dan Politeknik ATK Yogyakarta.

“Singapura punya digital capability center. Mekanisme yang mereka lakukan, Kemenperin juga dorong, dengan melibatkan industri sebagai penyedia fasilitas, yang terkait automasi, software dan industri yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis memasang target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun 2019.

Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86 persen), permesinan (7 persen), tekstil dan pakaian jadi (5,61 persen), serta kulit barang dari kulit dan alas kaki (5,40 persen). (spg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *