in

J Resources Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal di Kegiatan Tambang

Presiden Direktur PT J Resources Bolaang Mongondow, Edi Permadi.

Businesstoday.id, Jakarta – Perusahaan tambang emas PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk, akan terus menempatkan aspek Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai prioritas dalam operasional pertambangannya.

Kebijakan tersebut sejalan dengan capaian perusahaan pemilik konsesi tambang di Bakan, Kabupaten Bolaang Mongodow, Sulawesi Utara, yang meraih penghargaan dari Asosiasi Pertambangan Indonesia atau IMA Award 2018 untuk penyerapan TKDN terbaik di sektor tambang mineral.

“Ini bentuk apresiasi bagi PT J Resources Asia Pasifik, Tbk khususnya PT JRBM yang selalu memprioritaskan pemanfaatan produk dalam negeri dalam kegiatan operasinya. Ini tidak mudah dilakukan di penambangan dan pengolahan mineral seperti emas,” kata Presiden Direktur PT J Resources Bolaang Mongondow, Edi Permadi dalam pernyataan persnya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Menurut Edi, penghargaan tersebut semakin menegaskan komitmen perusahaan dalam memenuhi salah satu amanat pemerintah untuk senantiasa memprioritaskan pemanfaatan produk dalam negeri.

“Saat ini penyerapan TKDN di PT JRBM mencapai 93 persen, capaian yang cukup tinggi untuk sektor pertambangan mineral,” ujar Edi.

Penghargaan ini juga melengkapi deretan penghargaan yang diterima anak usaha kelompok J Resources Asia Pasifik di sepanjang 2018. Pada Mei lalu, PT Sago Prima Pratama meraih penghargaan bidang Keselamatan Kerja kelompok Izin Usaha Pertambangan dari Kementerian ESDM.

Di tahun ini juga, SPP dan PT J Resources Bolaang Mongondow mengantongi sertifikat dari The International Cyanide Management Code (ICMC) dalam pemanfaatan dan pengangkutan sianida di tambang emas Seruyung dan Bakan. Keduanya merupakan satu-satunya perusahaan swasta di Indonesia yang mendapat sertifikat tersebut.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan terima kasih pada sektor pertambangan yang cukup baik dalam penyerapan TKDN. “Kalau terkait TKDN di sektor pertambangan mineral dan batu bara sejauh ini bagus sekali. Kalau saya dengar laporan penyerapan TKDN mencapai 76%. Karena itu Pemerintah ucapkan terima kasih,” kata Jonan.

Dalam sembilan bulan tahun 2018 ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar 153,9 juta dolar AS. Total pendapatan ini diperoleh dari penjualan emas sampai dengan kuartal III 2018, yaitu sebanyak 119,8 kilo oz.

Untuk tahun 2018, Perseroan menargetkan volume penjualan sebanyak 170 kilo oz. Harga penjualan rata-rata emas sampai kuartal III 2018 adalah sebesar 1.285 per oz.

Saat ini produksi pmas Perseroan berasal dari beberapa tambang, yaitu Tambang Emas Bakan di Sulawesi Utara, Tambang Emas Seruyung di Kalimantan Utara dan Tambang Emas Penjom di Malaysia.

Perseroan juga tengah mempersiapkan dua tambang baru, yaitu tambang emas Doup di Sulawesi Utara milik PT Arafura Surya Alam yang ditargetkan mulai produksi pada Semester II tahun 2020. Kemudian tambang emas Pani di Gorontalo milik PT Gorontalo Sejahtera Mining yang ditargetkan mulai produksi pada 2021. (sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *