in

Inflasi Diperkirakan 3,4 Persen Sepanjang 2018

Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Businesstoday.id, Nusa Dua – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi hingga akhir 2018 akan mampu ditekan hingga 3,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo di hadapan para pimpinan Bank Sentral di Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Nusa Dua, Rabu, mengatakan Indonesia terus mengendalikan laju inflasinya sesuai kerangka sasaran inflasi di 2,5-4,5 persen pada tahun ini.

“Inflasi 3,4 persen di tahun ini dan 3,6 persen di tahun depan,” ujar Perry.

Ia mengatakan proyeksi inflasi tahun ini berada di rentang bawah sasaran inflasi.

Bank Sentral dalam beberapa pernyataan terakhir, memprediksi laju inflasi tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun 2017 di 3,61 persen (yoy).

Menurut otoritas moneter, penurunan laju inflasi ini karena adanya sinergi kebijakan antara otoritas dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, terutama harga komoditas yang kerap bergejolak (volatile foods).

Perry mengatakan capaian pada beberapa tahun terakhir ini dapat menjadi modal penting untuk menentukan capaian inflasi di akhir 2018 dan tahun-tahun depan. Pada 2015, laju inflasi tercatat di angka 3,35 persen (yoy), 2016 sebesar 3,02 persen (yoy), dan 2017 di 3,61 persen (yoy).

Dengan inflasi yang cukup terjaga rendah, ujar Perry, Bank Sentral sebenarnya tidak perlu menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate. Namun, kebijakan menaikkan suku harus diambil karena normalisasi suku bunga di negara maju harus direspon dengan kebijakan yang sama.

“Indonesia yang pertama menaikkan suku bunganya, bukan karena kondisi makroekonominya, tetapi karena global ekonomi yang memberikan dampak terhadap negara berkembang terutama terkait aliran modal,” tegas Perry.

Sejak Mei hingga September 2018, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin menjadi 5,75 persen.

Perry menuturkan kenaikan suku bunga acuan itu diambil untuk tetap menjaga aset-aset di instrumen keuangan domestik tetap menarik, sekaligus menurunkan defisit transaksi berjalan Indonesia yang pada kuartal II 2018 mencapai tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (iap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *