in

Harga Cabai Rawit di Kendari Naik Rp90.000/Kg

Harga cabe rawit di sebagian pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara seperti di pasar Mandonga, pasar Anduonuhu dan pada Baruga naik hingga mencapai mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogramnya.

Businesstoday.id, Kendari – Harga cabe rawit di sebagian pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara seperti di pasar Mandonga, pasar Anduonuhu dan pada Baruga naik hingga mencapai mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogramnya.

Pantauan di Kendari, Senin (13/8/2018), naiknya harga cabe rawit produk petani lokal itu sudah berlangsung sekitar satu bulan karena dipengaruhi oleh musim pancaroba beberapa bulan ini.

“Kenaikan harga karena suplai dari cabe rawit lokal kurang, dan permintaan masyarakat cukup tinggi yang mana cabe rawit merupakan bumbu dapur yang utama dalam setiap masakan,” ujar Hasni (41) salah seorang pedagang campuran bumbu di Mandonga.

Ia mengatakan kenaikan harga cabe rawit diperkirakan akan terus menanjak naik karena lebaran Idul Adha kurang dari 10 hari yang otomatis akan tingginya permintaan.

Kepala Seksi Stabilisasi Harga Barang Pokok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Darmin mengakui adanya kenaikan harga cabe rawit lokal dipasaran, yang berdasarkan data terakhir yang dimiliki harga cabai rawit lokal Rp75.000 per kilogram.

“Sebenarnya stok cabai rawit lokal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, namun terkadang di pasaran ada saja pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan keuntungan, sehingga dapat memicu harga yang naik begitu cepat,” ujarnya.

Sebab, mengenai harga cabe maupun produk komoditi lainnya, pihak dinas tidak bisa mengintervensi masalah harga karena sudah menjadi mekanisme pasar yang sewaktu-waktu naik maupun harganya turun,” ujarnya.

Darmin menambahkan, biasanya harga tertinggi biasanya dijual oleh para pedagang eceran yang mengambil stok cabe rawit lokal di pasar yang sama, kemudian di jual kembali kepada pedagang pengumpul .

Ia mencontohkan, bahwa terkadang di pasar yang sama, satu orang pedagang yang menjual dalam stok banyak, harganya tentu tidak sama dengan harga sebelumnya sehingga harga bisa lebih tinggi dan bisa di bawa harga.

“Yang pasti adalah Disperindag tidak memiliki kewenangan untuk melarang apalagi menyuruh para pedagang untuk menurunkan harga sepihak, sebab konsekuensinya juga akan berdampak pada pedagang itu sendiri,” tuturnya. (aas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *