in

Di Penghujung 2018, IPC Menangkan 2 Penghargaan Internasional

Menutup tahun 2018, PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) memenangkan 2 penghargaan bertaral internasional.

Businesstoday.id, Jakarta – Menutup tahun 2018, PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) memenangkan 2 penghargaan bertaral internasional. Penghargaan pertama adalah ‘Global Performance Excellent Award’, dari Asia Pacific Quality Organization, Inc (APQO) yang berbasis di Selandia Baru. Penghargaan berikutnya adalah ‘Best Water Management Initiative’ untuk kategori Tata Kelola Lingkungan, yang diberikan lembaga riset global, The Asset Benchmark Research, di Hongkong.

‘Global Performance Excellent Award’ diberikan Selasa 11 Desember 2018, dan diterima langsung oleh Direktur Operasi IPC, Prasetyadi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“Penghargaan ini dianugerahkan kepada IPC, karena korporasi ini dinilai memiliki kinerja yang sangat baik dan berhasil menerapkan sistem bisnis berkelas dunia,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, mengutip surat elektronik yang dikirim Hamek Singh, Presiden APQO. Hamek Singh juga merupakan Ketua Global Performance Excellent Award Governing Council.

‘Global Performance Excellent Award’, lanjut Elvyn, semakin meneguhkan IPC mewujudkan visi sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia pada tahun 2021.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa IPC berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi sebagai pelabuhan kelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan,” ujarnya.

Di lokasi berbeda, tepatnya di Hongkong, IPC meraih penghargaan ‘Best Water Management Initiative’ untuk kategori Tata Kelola Lingkungan, dari The Asset Benchmark Research. Penghargaan ini diberikan, karena IPC dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Beberapa hal yang masuk dalam pokok penilaian antara lain adanya kapal sampah yang dibangun IPC untuk membersihkan sampah di waduk atau danau buatan di Jakarta. IPC juga menerapkan penyaringan air laut jadi air bersih untuk memasok kebutuhan air bersih, baik di laut maupun area pelabuhan.

“Upaya ini dinilai berkontribusi besar dalam mengurangi penggunaan air tanah di kawasan pesisir,” lanjut Elvyn. (bfi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *