in

Bisnis Adalah Sesuatu yang Hidup, Benarkah Bisnis Memiliki Ruh?

Agar bisnis kita tumbuh, kita harus mampu membuat bisnis itu memberi manfaat yang semakin besar. (Foto: fca-magazine.com)

Businesstoday.id – Forum konsultasi tanya-jawab seputar kewirausahaan di bawah ini merupakan hasil kerjasama antara Successful Business 360 dengan media online Businesstoday.id.


Pertanyaan: Saya baru memulai berbisnis. Banyak yang mengatakan bahwa bisnis itu sesuatu yang hidup dan memiliki ruh, bisakah dijelaskan bagaimana filosofi bahwa bisnis sesuatu yang hidup? (Dayu – Bengkulu)

Jawab: Bisnis atau sering orang menyebutnya usaha, adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sederhanyanya, secara sadar manusia membangun bisnis ditujukan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada kehidupannya dan manusia lainnya. “Itulah ruh dari bisnis”.

Oleh karenanya, bisnis akan hidup apabila memberi manfaat pada kehidupan. Semakin besar dia memberi manfaat, atau semakin besar cakupan manfaat yang diberikannya, maka bisnis itu semakin besar dan kuat.

Pertanyaannya, memberikan manfaat pada kehidupan siapa? Pada semua pihak/manusia yang tersentuh oleh aktivitas bisnis itu sendiri. Dalam bahasa manajamennya dinamakan “stakeholder”.

Jadi bisnis harus memberikan manfaat bagi kehidupan pelanggan/customernya, pemiliknya, karyawannya, pemasoknya, krediturnya, investornya, pemerintah, dan lingkungan hidupnya.

Kepada customer bisnis harus memberi manfaat dengan memberi produk atau jasa yang dibutuhkan, kepada pemilik bisnis harus memberi pendapatan untuk kehidupannya.

Negitu juga kepada karyawan bisnis harus mampu memberikan pendapatan dan tempat mereka bekerja yang nyaman, kepada pemasok bisnis harus memberikan manfaat berupa keuntungan supaya bisa tetap memberi pasokan bahan/jasa.

Kepada kreditur bisnis harus memberikan pendapatan atas dana yang diberikan, begitu juga kepada investor, pemerintah dan lingkungan, harus ada manfaat yang diberikan atas hidupnya bisnis itu sendiri.

Karena bisnis itu hidup, maka bisnis juga dapat mengalami kondisi yang sama seperti mahluk hidup lainnya, bisa sakit, bisa lemah dan bisa juga mati. Bahkan bisa juga dibuat mati suri.

Sesuai dengan ruh bisnis yakni “memberi manfaat”, maka bisnis akan mati pada saat tidak lagi mampu memberi manfaat pada sebagian atau seluruh stakeholdernya.

Bisnis bisa dikatakan sakit, pada saat ada bagian-bagian yang tidak bisa diberikan manfaat secara baik olehnya, bisa suplier, karyawan, customer, atau pihak stakeholder lainnya.

Oleh karenanya, apabila kita menginginkan bisnis kita terus hidup dan berkembang, kita harus terus berupaya agar bisnis yang kita miliki terus memberi manfaat.

Agar bisnis kita tumbuh, kita harus mampu membuat bisnis itu memberi manfaat yang semakin besar atau semakin luas cakupannya kepada stakeholder bisnis kita.

Sekali lagi, semakin besar kemampuan bisnis memberi manfaat, atau semakin luas cakupan manfaatnya, maka bisnis akan semakin dibutuhkan, dan tentunya akan tumbuh semakin besar dan kuat.

Selamat memulai dan membesarkan bisnis dengan prinsip memberi manfaat sebesar-besarnya pada kehidupan manusia. (Nyoman Marpa, Team Coaching Successful Business 360)


Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kewirausahaan seperti di atas, Tim Successful Business 360 akan mengupayakan jawabannya melalui media ini. Ajukan pertanyaan lewat WhatsApp Center 0819-96956677.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *