in

BI Ungkap Sejumlah Kesepakatan Investasi

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo (kanan), Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman (tengah), dan Deputi Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Agustina Dharmayanti.

Businesstoday.id, Nusa Dua – Deputi Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI), Agustina Dharmayanti mengungkapkan terdapat 21 proyek yang akan ditandatangani senilai 13,6 miliar dolar AS di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018.

Dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018), Agustina mengatakan penandatanganan kesepakatan investasi untuk proyek-proyek tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis (11/10/2081).

BACA JUGA : Riset IMF Ungkap Perempuan Berisiko Kehilangan Pekerjaan karena Teknologi

Beberapa investor yang terlibat antara lain Air France-KLM dari Prancis yang bekerja sama dengan PT GMF AeroAsia Tbk untuk pengembangan teknologi pemeliharaan mesin pesawat.

Investasi untuk pengembangan kawasan wisata di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, juga dilakukan dengan melibatkan Indonesia Tourism Development Corporation (Persero) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Perusahaan asal Kanada, Waterbury Farrel, juga akan bekerja sama dengan PT Pindad untuk pembangunan pabrik amunisi di Malang, Jawa Timur. PT ANTAM Tbk juga akan menjalin kesepakatan dengan Ocean Energy untuk proyek nikel di Halmahera Timur.

“Nanti secara lengkap akan disampaikan. Ada juga dari Aluminum Corporation of China Limited (Chalco) untuk proyek kilang smelter grade alumina. Juga ada Inalum dengan MIT Energy Initiative,” kata Agustina.

Selanjutnya, beberapa perusahaan yang juga terlibat dalam proyek-proyek yang akan ditandatangi antara lain AMW GmbH, PT INKA, PT Pertamina, PLN, PT Kereta Api Indonesia, Jasa Marga, PT SMI, dan Maybank.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan realisasi investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai sektor akan menunjukkan kepada lingkungan global bahwa Indonesia terus tumbuh dan melakukan perbaikan.

“Bagi Indonesia, dari sisi permasalahan defisit transaksi berjalan yang selalu menjadi isu, harapannya dengan infrastruktur yang lebih baik maka kegiatan ekspor akan terbantu,” ujar dia. (vin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *