in

BI-Pemkab Bondowoso Kerja Sama Pengembangan Peternakan

Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo saat penandatanganan kerja sama pengembangan peternakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso. Rabu (19/12/2018).

Businesstoday.id, Bondowoso – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Pemkab Bondowoso menandatangani nota kesepahaman, sekaligus perjanjian kerja sama pengembangan klaster peternakan untuk pengendalian inflasi melalui ketersediaan daging ternak yang berkesinambungan.

“Komitmen dari seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) yang terkait merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan ekonomi lokal, selain penyusunan intervensi yang tepat dan implementasi sesuai rencana,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo dalam siaran pers yang diterima di Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Pihak yang terlibat penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama pengembangan sektor peternakan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso itu, di antaranya CV Bolo Semeru Farm dan Koperasi Tani Ternak Syariah Mitra Subur.

Pemilihan sektor peternakan, katanya, berdasarkan fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso selama beberapa tahun terakhir disumbang oleh sektor pertanian, termasuk di dalamnya peternakan sebesar 29,4 persen pada 2017.

Kabupaten Bondowoso menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang yang mampu meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, sistem bagi hasil yang diterapkan koperasi kepada anggota dipandang mampu merefleksikan prinsip syariah, meskipun masih perlu peningkatan ke depannya.

“Tujuan dilaksanakannya program ini, yaitu peningkatan pertumbuhan sektor pertanian (peternakan) pengendalian inflasi melalui ketersediaan daging ternak yang berkesinambungan serta menjadi percontohan usaha yang syariah,” tuturnya.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini akan membawa beberapa keuntungan, yaitu peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan, peningkatan kualitas SDM peternak dan pelestarian lingkungan melalui peternakan terintegrasi yang “zero waste”.

“Dengan jumlah populasi sapi sebanyak sekitar 219.000 ekor yang tersebar di seluruh kecamatan, kami meyakini kesejahteraan peternak akan mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya.

Ke depan, katanya, melalui intervensi yang tepat dan implementasi yang sesuai rencana usaha peternakan ini diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang dapat menarik minat perbankan syariah untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan sektor peternakan. (ovi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *