in

Beri Nilai Tambah, OJK Gelar Lima Kegiatan pada Pertemuan IMF-WBG

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo.

Businesstoday.id, Nusa Dua – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar lima kegiatan sebagai upaya memberikan nilai tambah bagi perhelatan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group di Nusa Dua, Bali.

“Kegiatan digelar agar hasilnya dapat langsung disajikan dalam bentuk event yang bersifat implementatif dan berkontribusi nyata bagi Indonesia sebagai negara penyelenggara, terutama untuk industri jasa keuangannya,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo, pada siaran pers yang diterima di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Kegiatan-kegiatan yang akan digelar OJK di Bali yaitu, pertama, High Level Policy Dialogue Forum: The Future of Finance yang rencananya mengundang Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, ekonom Columbia University Joseph Stiglitz, Menteri Keuangan Inggris Philip A. Hammond dan akademisi Standford University John B. Taylor.

Dalam forum tersebut, OJK memfasilitasi para pemimpin otoritas dan akademisi untuk berinteraksi dan berdiskusi mengenai transformasi sektor jasa keuangan di tengah era revolusi teknologi digital dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan dan mencapai target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kedua, Fintech Talk Seminar yang diselenggarakan untuk mendapatkan perspektif menyeluruh guna mendalami peran teknologi finansial sebagai platform inklusi keuangan dan peningkatan akses pendanaan bagi segmen UMKM.

Ketiga, OJK International Seminar Research on Financial Sector and the Future of Finance Seminar yang menampilkan hasil penelitian terkini dari berbagai universitas luar negeri dan riset OJK bersama universitas dalam negeri mengenai isu-isu sektor keuangan yang sedang berkembang pada saat ini.

Seminar riset ini didukung International Finance Corporation (IFC) sebagai forum bagi akademisi, ahli, regulator, dan profesional industri jasa keuangan untuk meningkatkan pemahaman masing-masing mengenai isu terkini di sektor keuangan.

Keempat, pertemuan koordinasi Financial Service Authority (FSA) se-Asia yang rencananya akan dihadiri otoritas keuangan dari Korea dan Jepang. Forum ini membahas berbagai isu yang berkembang dalam era transformasi digital, seperti tantangan kerangka pengawasan tekfin dan risiko keamanan siber.

Terakhir, OJK juga akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan otoritas jasa keuangan Thailand dan Singapura sebagai tindak lanjut hasil pertemuan-pertemuan sebelumnya. (vin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *