in

Benyamin Biang Kerok Bikin Gondok

Reza Rahardian sebagai Pengki yang menghidupkan kembali Benyamin S

BUSINESSTODAY, Jakarta: Bikin gondok. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kekecewaan masyarakat Betawi atas film Benyamin Biang Kerok yang rilis 1 Maret lalu.

Komunitas Betawi menyatakan protes keras atas film yang digarap oleh Hanung Bramantyo dan dimainkan oleh Reza Rahadian itu karena dianggap hanya sekadar memanfaatkan nama seniman Betawi, Benyamin Sueb.

Fadjriah, juru bicara Perkumpulan Betawi Kita, mengatakan film yang menggunakan judul serupa yang dimainkan Benyamin pada 1973 tersebut “tidak serius dalam menggarap cerita”.

“Namanya Benyamin Biang Kerok, pasti membayangkan bagaimana Benyamin membuat karakter Pengki, dengan kejahilan tapi tetap bikin merasa bahagia, tukang onar yang lucu dan jenaka,” katanya hari ini Jumat (9/3/2018).

Menurut Iyah, begitu panggilan akrab perempuan penulis itu, Benyamin adalah tokoh pendobrak sistem yang tabu dan hasilnya pembaruan. “Semangat itu tidak tampak dalam film yang baru,” lanjut Fadjriah.

Perkumpulan Betawi Kita menilai mayoritas narasi, adegan, gaya hidup yang dibawa dalam film karya Hanung itu tidak hadir pikiran di dalamnya.

“Semua asal comot. Memang benar Benyamin juga asal comot, tetapi beda asal comot dengan kreativitas dibanding asal comot yang tanpa pikiran,” tulis pernyataan tersebut.

Komunitas yang mengatasnamakan Betawi itu juga menilai Hanung banyak menjiplak banyak adegan ala Hollywood berlatar spionase seperti James Bond.

Kehadiran gambaran kehidupan malam seperti perjudian dan minuman keras juga dinilai tak sesuai dengan semangat Benyamin dan budaya Betawi.

Sejumlah bintang film papan atas seperti Lidya Kandou, Omas, Meriam Bellina, hingga Rano Karno dinilai tak mampu memberikan nilai lebih pada film yang diproduksi oleh Falcon Pictures itu.

“Benar dengan film ini nama Benyamin menjadi naik dan dibicarakan lagi, tapi buat apa jika dinaikkan untuk dipermalukan. Buat apa jika dibicarakan untuk jadi bahan dikasihani nasibnya yang dilecehkan,” kata Iyah.

Kritik juga diberikan kepada Falcon Pictures yang disebut mengabaikan pesan keluarga Benyamin untuk menghindari sejumlah hal seperti pusar, rokok, minuman keras muncul dalam film.

Pelanggaran ini dianggap membuat nilai dan budaya Betawi semakin hilang.

Komunitas itu pun menyeru kepada masyarakat Betawi untuk menunda menonton film tersebut, dan meminta kepada pihak keluarga Benyamin membatalkan pemakaian nama seniman tersebut di bagian kedua film yang tayang Desember mendatang.

Betawi hanya tempelan, seperti cuma lagu Ondel-ondel dan terus memunculkan kerak telor. “Terus Babe [Benyamin Sueb] enggak pernah mau ada rokok atau minuman bir di filmnya, itu pun sudah pesan keluarga. Keluarga kasih pakem, tapi semua dilanggar,” kata ibu dua anak itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *