in

Asosiasi : Kehadiran “Fintech” Saling Lengkapi dengan Perbankan

AFPI menilai kehadiran teknologi finansial di Indonesia saling melengkapi dengan perbankan dan bukan mengurangi lapangan pekerjaan di sektor perbankan.

Businesstoday.id, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran teknologi finansial (financial technology/fintech) di Indonesia saling melengkapi dengan perbankan dan bukan mengurangi lapangan pekerjaan di sektor perbankan.

“Saya rasa tidak (bersaing), mungkin saling melengkapi. Jadi, kalau kita melihat beberapa fintech sudah melakukan kolaborasi dengan bank, termasuk Investree juga sudah berkolaborasi dengan beberapa bank. Saya rasa arahnya lebih ke kolaborasi,” kata Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi kepada Antara via telepon pada Selasa (27/11/2018).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa banyak bank yang antusias melakukan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fintech.

Selain itu dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK Nomor 12 yang mengatur hubungan kerja sama dan kolaborasi antara fintech dengan bank menjadi dasar dari langkah kolaborasi kedua entitas tersebut.

“Menurut saya, di Indonesia lebih ke arah kolaborasi, karena saling membutuhkan. Bank membutuhkan fintech karena teknologi yang lebih inovatif, cepat adaptif, dan konsumer sentris. Di satu sisi fintech juga melihat bank karena memiliki brand dan basis konsumen yang belum seluruhnya tersentuh oleh perbankan itu sendiri,” tutur Adrian yang juga merupakan co-founder sekaligus CEO perusahaan fintech Investree.

Dia memandang kolaborasi antara bank dengan fintech merupakan hal yang tepat, mengingat jika bank ingin membuat fintech-nya sendiri apakah organisasi mereka memiliki kesiapan bergerak seperti perusahaan fintech.

Selain itu, belum tentu semua bank mau terbuka dan saling bertukar data seperti perusahaan fintech yang bisa saling bertukar data.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali memproyeksikan ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor keuangan seperti perbankan akan berkurang seiring mulai menjamurnya layanan jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia.

“Dalam jangka pendek, fintech akan naik, sampai nanti mulai optimal, kemudian lapangan kerja di bank akan mulai berkurang,” katanya. (aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *